Kasus 'Tikus Lapangan' di Timnas Afsel Terbongkar

Fitra Iskandar, Jurnalis
Senin 06 Februari 2012 19:30 WIB
Masa bahagia Bafana Bafana.(foto:IST)
Share :

JOHANNESBURG - Timnas Afrika Selatan dihantui kasus pengaturan skor yang terjadi di masa persiapan Bafana Bafana menghadapi Piala Dunia 2010 lalu. ‘Tikus lapangan’-nya berasal dari Singapura?

Ceritanya, pengaturan skor itu diduga terjadi saat Afrika Selatan melakoni sejumlah laga persahabatan sebelum berlaga di Piala Dunia 2010 yaitu ketika melawan Thailand, Bulgaria, Kolombia dan Guatemala.

Yang menjadi sasaran tembak adalah para pejabat tinggi Federasi Sepakbola Afsel yaitu Ketua Timnas Afsel Lindile Kika. Namun saat dikonfirmasi Kika buru-buru membantah. Dia mengaku tidak tahu menahu soal itu. Dia pun merasa heran kenapa mantan FA Afsel Leslie Sedibe mengatakan dirinya yang mengurusi pertandingan-pertandingan persahabatan itu.

"Saya terkejut Leslie mengatakan dia mendelegasikan urusan laga persahabatan itu kepada saya," Kika membantah, seperti dikutip Sport24, Senin (6/2/2012).

Yang jelas saat itu FA Afsel menunjuk Football4U, perusahaan pemasaran olahraga yang dikendalikan seorang pengusaha Singapura Wilson Raj Perumal, sebagai EO laga persabatan tersebut. Perumal kini ditahan di Finlandia karena dituding melakukan pengaturan skor di negara tersebut.

"Orang ini menawarkan program pertukaran wasit.Sejujurnya saya kira itu kesempatan bagus untuk menambah pengalaman wasit lokal kami untuk berinteraksi dengan wasit internasional lain.Saya tidak berbicara dengan dia, tapi Leslie iya," papar Kika.

Lebih lanjut Kika mengatakan bahwa kepala wasit di SAFA ketika itu Steve Goddard dan Adele Carelse yang belakangan menjadi penggantinya telah mengecek latarbelakang wasit yang digunakan oleh Football4U. Mereka adalah wasit FIFA sehingga dinilai bisa dipercaya.Namun performa mereka di bawah harapan jadi kami ganti di pertandingan terakhir melawan Denmark (1-0)," kata Kika.

Di pertandingan persahabatan itu, Steven Pienaar dkk selalu mengepak kemenangan. Dari Thailand (4-0), Kolombia (2-1). Dua pertandingan itu dipimpin oleh wasit Kenya, sedangkan saat melawan Bulgaria, wasit yang bertugas berasal dari Togo. Sedangkan saat melawan Guatemala (5-0), wasit dari Nigeria yang juga seharusnya memimpin laga menghadapi Denmark, namun diganti sesaat sebelum pertandingan, karena ofisial SAFA merasa curiga.

"Saat pertandingan Kolombia kami sudah curiga. Kami melihat penalti yang diberikan ke Bafana sehingga menang 2-1 sebenarnya tidak adil buat tim lawan," kata Kika.

Menurut Kika, setelah Piala Dunia, Football4U yang kini diinvestigasi FIFA dan Interpol, sempat mencoba terlibat dalam kualifikasi Olimpiade yang akan dijalani Tim U-23, namun hal itu dicegah.

"Kami tidak biarkan itu terjadi," katanya.

Perumal memang punya rekor buruk dalam dunia sepakbola. Sebelumnya namanya dihubung-hubungkan dengan kasus timnas palsu Togo yang bermain di laga persahabatan melawan Bahrain. Dahsyatnya lagi, FA Zimbabwe mencatat 160 laporan dugaan pengaturan skor di timnas mereka dalam rangkaian tur ke Asia dari 2007-2009.

(Fitra Iskandar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya