Serge, Pembelian Gambling

Kukuh Setiawan (Koran Sindo), Jurnalis
Minggu 24 Oktober 2010 18:18 WIB
Pelatih Persela Lamongan Subangkit dalam salah satu sesi latihan tim / Foto: Koran SI
Share :

LAMONGAN - Persela Lamongan sedikit gambling dengan memboyong striker Emaleu Ngomgoue Serge ke Stadion Surajaya. Kendati masih berusia 25 tahun, tapi permainan pesepakbola asal Kamerun tersebut sudah jauh menurun.
 
Emaleu Serge yang berkibar bersama Arema FC, mengalami masa emasnya di medio 2005-2009 saat bergabung dengan Singo Edan. Dari total 46 penampilan, striker berciri khas rambut berwarna kuning ini mengemas 19 gol.
 
Namun pamornya meredup setelah tulang keringnya dipatahkan bek Persipura Jayapura Pauline Bio. Serge gagal kembali ke form terbaiknya dan sempat terdampar di tim sekelas Pro Duta Yogyakarta, sebelum ditampung ke Persija Jakarta.
 
Selama di Persija, Serge belum juga mampu mengembalikan kejayaannya. Rentetan sejarah itu cukup menarik jika dikaitkan dengan bergabungnya Serge ke Persela. Mampukah pemain ini menjawab ekspektasi Persela yang demikian besar?
 
"Kita membeli pemain dengan pertimbangan. Selain mempunyai kualitas, Serge pernah bermain di tim besar. Jadi secara teknik dan mental dia layak bergabung dengan Persela. Sekarang tinggal menunggu apa yang bisa diperbuatnya," kata juru taktik Persela Lamongan Subangkit.
 
Persela belakangan menghadapi problem pelik dengan rendahnya produktivitas. Striker Radouanne Barkaoui yang diharapkan bisa menjadi kolektor gol utama Laskar Jaka Tingkir, nyatanya belum bisa menjadi tuampuan tim.
 
Uniknya, Serge yang diharapkan menjadi solusi, mempunyai katakter tak jauh beda dengan Barkaoui. Sejak datang ke Indonesia dan bergabung Arema, ia adalah seorang penyerang berkarakter perusak dan bukan seorang finisher sejati.
 
Dalam permainan, Serge adalah penyerang free role yang bebas mencari ruang guna membuka pertahanan lawan. Ia lebih sering bergerak ke sayap dibanding langsung masuk ke kotak enambelas. Nah, di Persela ia akan dibebani tanggungjawab mencetak gol.
 
"Saya belum bisa mengatakan dia akan mencetak banyak gol atau tidak. Saya akan memainkan Serge dan berharap ia memberikan konstribusi untuk tim, utamanya dalam hal mencetak gol. Kita semua berharap dia memberikan sesuatu yang positif," lanjut Subangkit.
 
Gaya permainan dan menurunnya pamor Serge, adalah perjudian yang harus dilakoni Persela. Namun perekrutan itu tak sepenuhnya asal comot, karena mencari pemain dalam situasi kompetisi sudah berjalan dipastikan sangat sulit. Apalagi Persela butuh solusi instan.
 
Penambahan seorang pemain asing sebenarnya tak begitu mengejutkan walau Subangkit jauh hari berniat memakai empat pemain impor. Ini tak lepas dari statistik Persela yang belum membaik, baik catatan di kandang maupun tandang.
 
Di kandang saja Radouanne Barkaoui kesulitan menciptakan gol, apalagi di luar kandang. Sangat ironis melihat tim Persela yang berambisi menjadi klub bergengsi, namun baru mencetak tiga gol di empat pertandingan awal Indonesia Super League (ISL).
 
Wajar jika Subangkit butuh 'sesuatu' untuk mengubah situasi timnya. Dan pilihan pun jatuh pada sosok Serge yang sejatinya juga sudah tidak diminati klub-klub ISL.

(Defanie Arianti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya