BANDUNG - Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman (Djanur) masih belum puas dengan penampilan timnya. Sebab Firman Utina cs masih bermain labil saat bertanding.
Menurutnya, ciri khas permainan 'Maung Bandung' jarang muncul di awal laga. Permainan satu-dua sentuhan dengan umpan pendek biasanya baru muncul setelah Persib unggul dari lawan. Bahkan setelah unggul kadang permainan khas Persib sulit diwujudkan.
"Saya menyoroti keberanian pemain untuk memunculkan permainan khas kita, kadang-kadang di awal laga suka terganggu dengan permainan lawan," kata Djanur di Stadion Persib.
Hal itu dipicu karena para pemainnya kaang terburu-buru untuk mencetak gol. Dampaknya, permainan khas Persib tidak bisa dipraktekkan dengan baik. Saat melawan Persela Lamongan pada Minggu (12/5/2013) misalnya.
Persib mampu mencetak gol cepat pada lima menit pertama. Tapi permainan khas Persib baru muncul beberapa menit kemudian setelah digempur habis-habisan pemain Persela.
Selain itu, kini Djanur juga menyoroti finishing touch para pemainnya. Sebab di laga terakhir terlihat para pemain Persib tidak mampu menyelesaikan peluang matang menjadi gol. Atep dan Sergio van Dijk misalnya, punya peluang matang tapi terbuang sia-sia.
"Kita sedang perbaiki itu. Kemarin harusnya kita bisa mencetak enam gol, tapi hanya tiga gol yang lahir. Mudah-mudahan ke depan kita lebih baik," tandas Djanur.
(Randy Wirayudha)