Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Pemain Asing Persis Meninggal

Mendieta Terserang Virus Cytomegalovirus Hingga ke Otak

Bramantyo , Jurnalis-Selasa, 04 Desember 2012 |14:31 WIB
Mendieta Terserang Virus Cytomegalovirus Hingga ke Otak
Diego Mandieta (kiri) semasa hidup (foto:Ist)
A
A
A

SOLO - Diego Mendieta pemain asing asal Paraguay yang merumput di Persis Solo, Jawa Tengah, menurut Dokter yang menanganinya, Mandieta meninggal akibat terserang virus hingga ke otaknya. Selain penyakit yang diderita, Diego juga mengalami tekanan kejiwaan yang diduga gaji selama merumput di Persis Solo hingga kini belum juga dibayarkan manajemen Persis.

Ketua tim yang menangangi Mendieta, Prof Dr H. Ahmad Guntur Hermawan SpPD-KPTI, FINASIM, dalam keterangannya menjelaskan pemain asal Paraguay tersebut masuk ke Rumah Sakit Moewardi Solo pada 27 November lalu.

Saat dibawa ke rumah sakit, kondisi Mendieta dalam keadaan lemah tak berdaya. Sebelum dibawa, karena keterbatasan dana yang dimiliki pemain asing ini, Mendieta hanya dirawat di rumah sakit. Saat itu, kata Guntur, berat badan Mendieta sudah turun lebih dari 10 kg dibandingkan saat masih sehat.

"Mendieta saat diperiksa terinfeksi Cytomegalovirus. Parahnya, virus ini sudah menyebar. Bahkan hingga ke otaknya. Karena sudah sampai ke mata dan otak itulah maka dia selalu mengeluh pening, tapi ketika diberi penawar rasa sakit pun dia tetap merasakan sakit yang amat berat," paparnya kepada wartawan, Selasa (4/12/2012).

Dampak dari infeksi jamur itulah maka dia kemudian rentan terkena penyakit lainnya karena daya tahan tubuhnya terus menurun. Dari tes darah diketahui, Mendieta juga terserang jamur Candidiasis di bagian tenggorokan hingga pencernaan serta positif menderita demam berdarah.

"Terus terang perbedaan bahasa menjadi kendala kami dalam berkomunikasi. Sedangkan Bahasa Inggris dia tidak bisa. Bahasa Indonesia hanya separuh-paruh. Ini juga menjadi kendala tersendiri karena tidak yang mengurusi secara kontinu," ujar Guntur.

Faktor lain yang memperparah keadaannya yaitu jarak yang jauh antara Indonesia dan Paraguay. Sehingga tidak ada satu pun keluarga yang menungguinya, sempat membuatnya mengeluh. Mendieta merasa kesepian karena kondisi tersebut sehingga semakin memperparah keadannya.

"Tidak ada satu keluarga pun di sini. Kondisi tekanan psikis tersebut menjadi faktor tersendiri pada pasien sehingga memperparah sakitnya," ujarnya.

(A. Firdaus)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement