Image

Tak Punya Biaya, Pemain Asing Persis Meninggal Dunia

Bramantyo, Jurnalis · Selasa 04 Desember 2012, 12:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2012 12 04 49 727035 PZyoi2IewQ.jpg Diego Mandieta (kiri) semasa hidup (foto:Ist)

SOLO – Pemain asing yang selama ini merumput di Persis Solo versi PT Liga Indonesia, Diego Mendieta, meninggal dunia karena sakit. Tragisnya, di akhir masa hidup, Diego mengaku mengalami kesulitan ekonomi karena gaji Rp 100 juta dari klubnya tak kunjung dibayar.

 

Bahkan, selama dirawat di tiga rumah sakit di Solo Diego membayar biayanya sendiri serta bantuan dari donasi para penggemar bola. Diego Mendieta meninggal, Senin (3/12/2012) sekitar pukul 23.30 WIB di Rumah Sakit DR Moewardi, Solo Jawa Tengah.

 

Pemain bola berusia 32 tahun tersebut dalam beberapa hari terakhir dirawat di rumah sakit milik pemerintah tersebut dengan dugaan kena penyakit Typhus. Kondisinya semakin memburuk pada Senin malam hingga meninggal di ruang ICU.

 

Jenazah Mendieta hingga saat ini masih berada di ruang jenazah RS DR Moewardi. Sejumlah rekan sesama pemain bola, baik pemain lokal maupun yang sama-sama berasal dari Paraguay terlihat menunggu di ruang jenazah.

 

Namun para mantan pengurus Persis baik dari versi PT LI maupun versi LPIS hingga berita ini diturunkan tidak terlihat di rumah sakit. Dalam dua bulan Diego didera sakit. Awal November lalu dia dirawat selama sepekan di RS Islam Yarsis Solo dengan diagnosa terkena Typhus.

 

Karena kesulitan biaya dia kemudian pulang ke kamar kost-nya di Kalitan, Solo. Namun karena penyakitnya tak kunjung sembuh, dia kemudian dirawat lagi selama lima hari di RS PKU Muhammadiyah Solo.

 

Akhir November kondisi Mendeita kembali memburuk dan kemudian dilarikan ke RS dr Moewardi hingga akhirnya dia menghembuskan napas terakhir di rumah sakit tersebut.

 

Di masa akhir kariernya sebagai pesepakbola, Mendeita mengalami kesulitan ekonomi. Dia mengklaim lebih dari Rp 100 juta gajinya belum dibayar oleh Persis PT LI, padahal saat ini kepengurusan Persis baik yang PT LI maupun yang LPIS telah dibubarkan. Karena kesulitan ekonomi itu, dia bahkan sempat mengaku belum membayar sewa kamar kost selama delapan bulan terakhir.

(fir)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini