MANCHESTER - Pemain Manchester City, Yaya Toure, merasa bersalah karena meninggalkan City dalam waktu yang tidak tepat. Pasalnya, Yaya pergi membela negaranya di Piala Afrika saat performa City menurun.
“Saya sangat merasa bersalah. Saya telah berbicara kepada istri saya kalau saat ini merupakan pilihan yang cukup sulit bagi saya untuk meninggalkan City, “ungkapnya seperti dilansir oleh The Sun, Jumat (20/1/2012).
Namun, pada akhirnya saudara kandung Kalou Toure ini tetap akan membela negaranya di ajang Piala Afrika 2012 yang berlangsung hingga bulan Februari. Ia berjanji akan segera kembali berkostum biru langit usai mengantarkan negaranya meraih gelar juara. Yaya sangat memimpikan untuk bisa menyerahkan dua trofi bagi City dan negaranya.
“Apabila saya bisa mempersembahkan gelar juara untuk Pantai Gading di ajang Piala Afrika, maka saya akan segera kembali ke City dan meraih gelar juara Premier League musim ini. Ini akan menjadi musim yang fantastis bagi saya,” ujar Yaya.
“Saya selalu yakin kita bisa melakukan itu semua. Sangatlah baik bila Pantai Gading bisa meraih gelar juara Piala Afrika dan City juara liga. Meskipun, ini merupakan suatu hal yang sangat sulit,” sambungnya.
Ia juga mengatakan bila timnas negaranya tidak jauh beda dengan klub asal kota Manchester tersebut. Ia menilai keduanya sama-sama tim favorit dan memiliki pemain-pemain bintang, tetapi belum meraih kemenangan besar selama puluhan tahun ini.
Yaya memang belum pernah merasakan gelar juara liga Inggris bersama City ketika timnya tersebut meraih gelar juara liga Inggris. Tetapi, dirinya ingat terakhir kali negaranya meraih gelar juara Piala Afrika, yaitu tahun 1992.
(Achmad Firdaus)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.