Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Miro Masih Meraba Kekuatan Arema

Kukuh Setiawan (Koran Sindo) , Jurnalis-Minggu, 05 September 2010 |17:48 WIB
Miro Masih Meraba Kekuatan Arema
Foto: Ist
A
A
A

MALANG - Sebulan menangani Arema Indonesia, pelatih Miroslav Janu masih meraba-raba kekuatannya. Bisa diartikan, Miro belum sepenuhnya paham kemampuan tim asuhannya secara menyeluruh walaupun sempat ikut Inter Island Cup (IIC) 2010.

Kenapa demikian? Persoalan terbesar adalah belum lengkapnya komposisi tim sejak ia menginjakkan kakinya di Malang. Selama persiapan pra musim, ia belum pernah menjajal secara maksimal skuad asingnya, yakni Pierre Njanka, Noh Alam Syah, Muhammad Ridhuan, Roman Chmelo dan Esteban Guillen.

Kelimanya baru saja bergabung dengan tim setelah libur jeda kompetisi ke negaranya masing-masing. Di sisi lain, ada empat pemain lokal yang bergabung tim nasional, selain rekrutmen baru Yongki Aribowo. Praktis, Miro hanya baru mengetahui sebagian kekuatan timnya.

“Saya harus jujur tim ini belum maksimal dalam persiapan pra musim. Pemain asing baru bergabung dan ada pemain yang di tim nasional. Di IIC saya hanya mengetahui sebagain kekuatan tim. Situasinya tidak bagus, tapi saya harus atur semuanya,” kata Miro, Minggu (5/9/2010).

Satu-satunya cara untuk mengukur kekuatan timnya adalah mempersering pertandingan ujicoba. Tiga pekan sebelum Liga Super Indonesia (LSI) bergulir, Miro menjadwalkan tiga atau empat pertandingan ujicoba walau hanya menghadapi tim di bawah level Arema.

Saat berita ini ditulis, tim bernama lain Singo Edan tersebut sedang menggelar ujicoba melawan Perikubar Kutai Barat. Persiapan juga tidak bisa maksimal karena terpotong libur lebaran. Otomatis Miro harus mempersiapkan semuanya dengan terburu-buru.

“Agak aneh juga. Saya datang ke Malang pemain sudah siap semua (dikontrak). Tapi ternyata ternyata semua tidak berjalan sesuai rencana saya. Terpaksa kita bikin skenario lain. Tim harus dipersiapkan dengan cepat dan sejumlah program tidak dipakai,” lanjut Miro.

Jika idealnya tim melakukan pemusatan latihan di lokasi tertentu dan melibatkan semua elemen di tim, tak demikian musim ini. Belum lengkapnya komposisi pemain memaksa Miro harus mempersiapkan yang ada sembari menunggu yang belum ada.

Belum sekalipun pelatih asal Republik Ceska ini melihat timnya bertarung dengan kekuatan penuh. Kendati ia sering memantau dan tahu kekuatan Arema kala masih ditangani Robert Albert, itu pun sebatas melalaui internet atau tidak langsung di lapangan.

Sementara itu, Noh Alam Syah atau Along dikenai sanksi larangan bertanding di tiga pertandingan awal kompetisi LSI. Sanksi plus denda Rp50 juta itu dikenakan sebagai hukuman perilaku Along yang kurang disiplin. Pihak Arema kini sedang melakukan banding.

“Kita sedang melakukan banding dan sejauh ini belum ada hasilnya. Semua pihak di Arema berharap banding dikabulkan, sehingga kita bisa turun dengan kekuatan lengkap di awal kompetisi. Apalagi Arema harus melakukan laga away ke Persisam dan Bontang FC di pembukaan ISL nanti,” kata media officer Arema Indonesia Sudarmaji.

(Muhayati Faridatun)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement