JAKARTA – Manajemen Persija Jakarta akhirnya angkat bicara merespons laporan dari Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) yang sempat mencatatkan klub berjuluk Macan Kemayoran tersebut ke dalam daftar klub yang memiliki tanggungan pembayaran kepada pemain.
Berdasarkan rilis resmi APPI per Jumat 6 November 2026, Persija bersama PSM Makassar serta sejumlah klub dari kasta di bawahnya masuk dalam laporan yang menghimpun data tunggakan dari total tujuh klub dengan melibatkan 114 pemain serta nilai mencapai hampir Rp5 miliar.
Menanggapi laporan tersebut, pihak klub di bawah asuhan pelatih Shin Tae-yong langsung memberikan klarifikasi tegas dan menyatakan bahwa pemenuhan hak-hak pemain selalu diletakkan sebagai prioritas utama dalam manajemen klub.
"Persija senantiasa menempatkan pemenuhan hak pemain sebagai salah satu prioritas utama dalam pengelolaan klub. Komitmen tersebut menjadi bagian penting dari tanggung jawab manajemen dalam membangun lingkungan sepak bola profesional yang sehat," tulis pernyataan resmi klub, dikutip Minggu (9/11/2026).
Lebih lanjut, manajemen memastikan bahwa seluruh persoalan administrasi yang tercatat dalam rilis tersebut telah langsung dibereskan pada tanggal yang sama, yakni 6 November 2026.
"Berkaitan dengan rilis Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) tertanggal 6 November 2026, Persija memastikan bahwa seluruh kewajiban yang tercatat dalam laporan tersebut telah diselesaikan pada hari yang sama (6/11/2026). Dengan demikian, tidak ada lagi kewajiban sebagaimana dimaksud dalam laporan tersebut yang belum dituntaskan oleh Persija," tambah keterangan klub.