SURABAYA – MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Seri 1 2026-2027 di Surabaya dan Bandung menghadirkan persaingan sengit hingga partai final yang berlangsung pada Minggu 1 November. SDN Manukan Kulon sukses mempertahankan gelar juara kategori usia (KU) 10 di Surabaya, sedangkan SDN Kalirungkut I/264 menjadi kampiun KU 12.
Sementara itu, persaingan di Bandung melahirkan dua juara baru. SDN 075 Jatayu keluar sebagai juara KU 10. Sedangkan SDN 021 Ciporeat mengamankan gelar kampiun KU 12.

Turnamen yang diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife tersebut terus menunjukkan perkembangan sepakbola putri usia dini. Pada Seri 1 di Surabaya, sebanyak 23 sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) berstatus debutan dari total 88 sekolah yang ambil bagian.
Secara keseluruhan, MLSC Surabaya diikuti 1.598 atlet. Sebanyak 50 tim bersaing di KU 10 dan 94 tim bertanding di KU 12 selama enam hari penyelenggaraan, mulai Selasa 27 Oktober 2026 di Lapangan Brawijaya dan Lapangan Bogowonto, Surabaya.
Antusiasme serupa juga terlihat di Bandung. MLSC Seri 1 2026-2027 diikuti 1.517 atlet dari 78 sekolah, termasuk 12 SD dan MI yang baru pertama kali berpartisipasi.
Sebanyak 43 tim bersaing di KU 10 dan 99 tim meramaikan KU 12. Seluruh pertandingan berlangsung di Stadion Sidolig dan Lapangan Seskoad, Bandung, sejak Selasa 27 Oktober.
Program Manager MilkLife Soccer Challenge, Satia Chandra Wiguna, menyambut positif tingginya antusiasme peserta di kedua kota tersebut. Menurutnya, peningkatan jumlah peserta turut diiringi perkembangan kualitas permainan dan kematangan teknik para pesepakbola putri usia dini.
“Di Surabaya dan Bandung Alhamdulillah antusiasme sangat tinggi. Kualitasnya juga terlihat menonjol, bahkan di Bandung juara di KU 10 dan KU 12 adalah sekolah baru,” kata Satia, dikutip Senin (2/11/2026).
“Ini jadi tugas bagi para tim talent scouting untuk Soccer Challenge All-Stars. Semoga kami kembali bisa menjaring bibit-bibit unggul untuk dibawa ke kancah tim nasional nantinya,” sambungnya.