Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Soccer Challenge Lahirkan Juara Baru di Jakarta Raya, Muhammadiyah Sapen Masih Berjaya di KU 12 Yogyakarta

Andri Bagus Syaeful , Jurnalis-Senin, 21 September 2026 |17:15 WIB
Soccer Challenge Lahirkan Juara Baru di Jakarta Raya, Muhammadiyah Sapen Masih Berjaya di KU 12 Yogyakarta
Soccer Challenge Lahirkan Juara Baru di Jakarta Raya. (Foto: Ist)
A
A
A

TURNAMEN sepak bola putri Kelompok Usia (KU) 10 dan 12 tahun MilkLife Soccer Challenge (MLSC) 2026/2027 Seri 1 Jakarta Raya dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah tuntas. Dua wilayah tersebut menghadirkan cerita berbeda dengan munculnya juara baru di Jakarta Raya dan keberhasilan SD Muhammadiyah Sapen mempertahankan gelar di KU 12 Yogyakarta.

Program Manager MLSC, Welly Arisanto, menilai dukungan orang tua menjadi salah satu hal penting dalam perkembangan para pemain muda yang mengikuti kompetisi. Ia melihat antusiasme orang tua terus terlihat di setiap seri dan kota penyelenggaraan MLSC.

"Yang menarik dan menurut saya luar biasa adalah dukungan orang tua ke peserta yang bertanding sangat antusias. Di setiap seri, di setiap kota pelaksanaan MLSC itu orang tua selalu berperan aktif dan itu penting sekali buat mental para pemain," tutur Welly dalam keterangannya.

Selain dukungan dari orang tua, Welly melihat kualitas permainan peserta juga mengalami perkembangan dari seri ke seri. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan semakin terbentuknya ekosistem sepak bola putri di Indonesia sekaligus membuka peluang munculnya sekolah-sekolah baru sebagai juara.

Sementara itu, Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen F. Tiago juga menilai adanya perkembangan signifikan dalam kualitas permainan para peserta MLSC Seri 1 2026 - 2027.  Tak hanya dari keberanian bermain, peningkatan juga terlihat pada penguasaan teknik dasar dan pemahaman peserta terhadap permainan sepak bola yang lebih terstruktur.

Soccer Challenge hadirkan juara baru
Soccer Challenge hadirkan juara baru

“Melihat pertandingan yang sudah berjalan di MLSC seri 1 tahun ini, nampak ada sejumlah perkembangan dari kemampuan para peserta. Teknik dasar mereka semakin baik, lebih percaya diri saat menggiring bola, passing-nya semakin terarah, kontrolnya juga semakin bagus. Dan yang penting, mereka mulai mengerti cara bermain sebagai sebuah tim,” ujarnya.

“Menurut saya, Bakti Olahraga Djarum Foundation telah berhasil membuat sepak bola putri benar-benar menggeliat dan kita sekarang mulai bisa melihat hasil dari proses itu. Kalau kompetisi seperti ini terus berjalan, saya yakin kualitasnya akan terus naik karena turnamen yang kita bangun bukan hanya pertandingan, tetapi kebiasaan dan karakter para atlet untuk bermain sepak bola secara serius sejak dini. Itu yang nantinya menjadi pondasi untuk perkembangan sepak bola putri Indonesia,” tambahnya.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement