MILAN – Usai Inter Milan dan AC Milan resmi meluncurkan desain Generali Stadium, sang arsitek utama, David Manica, memberikan jaminan emosional kepada para suporter. Ia menegaskan arena baru tersebut tidak akan menghilangkan identitas historis, melainkan membuat atmosfer khas San Siro terasa makin kuat.
Peluncuran desain ini digelar hanya beberapa hari menjelang duel sengit Derby della Madonnina. Proyek megah ini terwujud setelah kedua klub Serie A tersebut membeli lahan di kawasan San Siro, termasuk area Stadio Giuseppe Meazza, pada November 2025 dengan nilai mencapai 197 juta euro.
Stadion baru yang akan dibangun di area yang saat ini menjadi lahan parkir tersebut digarap oleh duet arsitek kenamaan, Norman Foster dan David Manica. Rekam jejak keduanya tidak perlu diragukan lagi setelah sebelumnya sukses mendesain ulang Stadion Wembley di London, Inggris.
Manica menjelaskan fokus utama perancangan ini adalah menjaga keterikatan emosional para pendukung dengan stadion. Menurutnya, jiwa dari markas kedua tim tersebut bukan sekadar fisik bangunannya, melainkan perasaan yang dirasakan para fans saat berada di dalam arena.
"Hal terpenting yang kami sadari saat merancang proyek ini adalah bahwa San Siro adalah sebuah perasaan," ujar Manica, dikutip dari Football Italia, Sabtu (31/10/2026).
Manica menekankan bahwa posisi tribun telah dirancang sedemikian rupa agar penonton berada serapat mungkin dengan area permainan.
"Ini lebih dari sekadar bangunan, ini adalah sebuah perasaan. Kami mendekatkan seluruh kursi sedekat mungkin ke lapangan. Kursi-kursi itu tidak bisa dibuat lebih dekat lagi, Anda bahkan akan merasa seolah-olah sedang duduk di atas rumput," tambahnya.