Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kalah 7 Kali dari 8 Laga, Ada Apa dengan Inter Milan di Liga Champions?

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Rabu, 14 Oktober 2026 |14:12 WIB
Kalah 7 Kali dari 8 Laga, Ada Apa dengan Inter Milan di Liga Champions?
Kalah 7 Kali dari 8 Laga, Ada Apa dengan Inter Milan di Liga Champions? (@inter)
A
A
A

JAKARTA - Klub raksasa Italia, Inter Milan, dipermalukan Club Brugge dengan skor 3-4 dalam pertandingan Liga Champions 2026-2027. Ini adalah kekalahan ketujuh Inter Milan dari 8 pertandingan terakhir di Liga Champions. 

1. Inter Milan Dipermalukan Club Brugge

Pada pertandingan yang digelar di Stadion Giuseppe Meazza, Rabu (14/10/2026) dini hari WIB, Nerazzurri selalu tertinggal dari tim tamu. Tim asuhan Cristian Chivu tertinggal lebih dulu pada menit ke-30 lewat sepakan penalti Nicolo Tresoldi, lalu disamakan Lautaro Martinez (44'). 

Pada babak kedua, gol Nicolo Tresoldi pada menit ke-63 kembali membuat Inter Milan tertinggal. Keadaan semakin memburuk saat Nicolo Tresoldi mencetak hattrick pada pertandingan. Skor berubah menjadi 1-3 pada menit ke-74. 

Kapten Inter Milan, Lautaro Martinez, sempat membangkitkan harapan tuan rumah lewat golnya pada menit ke-81 sehingga skor berubah jadi 2-3. Namun, Club Brugge kembali membuat publik Giuseppe Meazza terdiam lewat gol Romeo Vermant pada menit ke-87. 

Lautaro Martinez saat Inter Milan vs Club Brugge di Liga Champions 2026-2027 (@inter)
Lautaro Martinez saat Inter Milan vs Club Brugge di Liga Champions 2026-2027 (@inter)

Tim asuhan Cristian Chivu itu hanya mampu membalas satu gol pada menit 90+3' lewat gol Ange-Yoan Bonny. Gol tersebut tak mampu menyelamatkan Inter Milan dari kekalahan memalukan. 

Cristian Chivu menyebut pada babak pertama, pertandingan berjalan dengan baik. Namun, Inter Milan harus kebobolan lebih dulu lewat serangan balik. 

"Kami berhasil menyamakan kedudukan sebelum jeda dan memulai babak kedua dengan baik pula; kami memiliki dua peluang emas yang gagal dimanfaatkan, sehingga muncul sedikit rasa frustrasi. Kami bermain kacau, kehilangan keseimbangan, dan setelah skor menjadi 2-1, segalanya jadi berantakan," katanya kepada Sky Sports.

"Kami tidak cukup tenang untuk mempertahankan rencana permainan. Club Brugge juga layak mendapat pujian atas kualitas teknis, intensitas, dan tekad mereka yang benar-benar menyulitkan kami," ujarnya. 

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement