SAN FRANCISCO - Tim Nasional (Timnas) Amerika Serikat (AS) sukses mengamankan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Bosnia-Herzegovina dengan skor 2-0, pada Kamis (2/7/2026) pagi WIB. Duel sengit yang berlangsung di San Francisco Bay Area ini menyajikan drama tingkat tinggi, mulai gol yang dianulir, hujan kartu, hingga kartu merah langsung untuk tuan rumah.
Dengan kemenangan itu, AS selanjutnya akan melawan Belgia di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Belgia pun lolos usai susah payah menumbangkan Senegal dengan skor 3-2 di 32 besar.
Laga berjalan dengan intensitas tinggi sejak peluit pertama ditiup wasit Raphael Claus. Dipadati oleh 68.827 penonton yang memadati stadion, kedua tim saling jual beli serangan, namun Amerika Serikat tampil lebih klinis dalam memanfaatkan momentum penting di atas lapangan.
Kebuntuan akhirnya pecah tepat pada menit ke-45 menjelang turun minum. Memanfaatkan kemelut di depan gawang akibat bola muntah, Folarin Balogun dengan cerdik melepaskan tembakan mendatar yang merobek jala gawang Bosnia-Herzegovina yang dikawal Nikola Vasilj.
Gol tersebut sekaligus menutup babak pertama yang diwarnai oleh tambahan waktu hingga 11 menit akibat sejumlah insiden cedera. Kapten Bosnia, Edin Dzeko, bahkan harus ditarik keluar pada awal babak kedua karena cedera parah, menyusul perawatan medis yang sebelumnya juga diterima Tyler Adams dan Nikola Vasilj.
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan tidak menurun. Bosnia-Herzegovina mencoba meningkatkan daya serang demi mengejar ketertinggalan, sementara lini belakang AS yang dikomandoi Matthew Freese harus bekerja ekstra keras menghalau peluang dari Ermedin Demirovic.
Petaka menghampiri kubu tuan rumah pada menit ke-63 ketika penyerang mereka, Folarin Balogun, melakukan pelanggaran keras. Setelah mendapatkan sinyal dari VAR, wasit Raphael Claus meninjau monitor di pinggir lapangan dan langsung mengeluarkan kartu merah kepada Balogun.
Bermain dengan 10 orang membuat AS sempat tertekan, bahkan gol Christian Pulisic pada menit ke-79 harus dianulir karena posisinya yang sudah terjebak offside. Namun, mentalitas baja anak asuh Mauricio Pochettino justru terbukti di tengah situasi sulit tersebut.