BINTANG Tim Nasional (Timnas) Swedia, Alexander Isak, tengah menikmati debut manisnya di panggung Piala Dunia 2026. Penyerang yang memecahkan rekor transfer termahal di Inggris saat dipinang Liverpool tersebut tampil sangat impresif di fase grup dengan torehan satu gol dan tiga asis dari tiga laga.
Catatan itu menjadikannya salah satu pemain dengan statistik performa terbaik di turnamen. Namun, selain performa apiknya di lapangan, ada detail unik dari penampilan Isak yang menarik perhatian para suporter.
Bila melatih sepatu sebelah kanan yang dipakai Isak sepanjang Piala Dunia 2026, striker Liverpool ini menyematkan bendera negara lain di atas lambang ikonik biru-kuning milik Swedia. Bendera tersebut adalah bendera Eritrea.
Meskipun lahir dan besar di Solna, sebuah wilayah di utara ibu kota Stockholm, Swedia, Isak tidak pernah melupakan akar budayanya. Kedua orangtua Isak merupakan imigran asal Eritrea (negara yang terletak di kawasan Afrika), yang memutuskan pindah ke Swedia demi kehidupan yang lebih baik.
Dalam sebuah wawancara mendalam bersama legenda Inggris, Alan Shearer, Isak mengungkapkan betapa besarnya pengaruh lingkungan masa kecilnya terhadap identitas dirinya saat ini.
"Meskipun saya tumbuh besar di Swedia, di sana ada komunitas Eritrea yang sangat besar. Saya selalu berada di sekitar dan dibesarkan dalam lingkungan seperti itu. Saya memang sudah lama tidak berkunjung ke sana baru-baru ini, tetapi terakhir kali saya ke sana, itu adalah pengalaman yang sangat indah. Saya rasa mereka tidak memiliki terlalu banyak idola di dunia olahraga," ungkap Isak, dikutip dari Give Me Sport, Minggu (28/6/2026).