Shin juga berbicara mengenai hubungan antara pelatih dan suporter yang tidak selalu berjalan mulus. Ia memahami kritik merupakan hal yang tidak bisa dihindari ketika hasil pertandingan tidak sesuai harapan.

Bagi mantan pelatih Timnas Indonesia itu, mental yang kuat menjadi modal penting dalam menghadapi komentar dari luar. Shin memilih menjadikan kritik sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan.
“Pertama-tama kita tidak bisa selalu mendengar hal yang baik saja. Fans mungkin memuji saya, tapi kalau kami kalah, mereka bisa saja memaki. Tapi saya punya mental untuk menerima hal itu dengan tenang,” tutur Shin.
Eks pelatih Timnas Korea Selatan itu menilai kritik dari suporter justru dapat menjadi pengingat bagi seorang pelatih untuk terus berkembang. Ia berusaha melihat masukan tersebut sebagai bagian dari proses memperbaiki diri.
“Jika saya berpikir, ‘Ah, para fans bicara begitu karena ada masalah pada diri saya,’ maka daripada merasa stres, saya mengubah pikiran saya menjadi ajang evaluasi diri. Ternyata itu lebih baik,” tandasnya.
(Wikanto Arungbudoyo)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.