BANDUNG – Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) secara resmi menyatakan keprihatinan mendalam atas serangkaian insiden yang mewarnai laga panas kontra Persija Jakarta. Selaku pengelola klub, PT PBB mengimbau agar seluruh elemen suporter tidak terjebak dalam aksi provokasi yang dapat merugikan citra sepak bola nasional.
Berbagai insiden terjadi usai pertandingan Persib versus Persija yang digelar di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur pada Minggu 10 Mei 2026 lalu. Mulai dari insiden keributan pemain di lapangan hingga gesekan suporter di berbagai daerah.
Dugaan adanya intimidasi oknum suporter kepada pemain juga terjadi di Bandara Sepinggan, Balikpapan. Atas berbagai kejadian ini, PT Persib Bandung Bermartabat angkat bicara.
Pengelola klub Persib Bandung itu merasa prihatin dengan segala insiden tak terpuji itu. Mereka menyatakan akan mengumpulkan bukti dan fakta untuk menempuh langkah profesional terhadap kejadian tersebut.
"Atas berbagai kejadian tersebut, saat ini Persib tengah mengumpulkan bukti, data, dan fakta sebagai bagian dari langkah yang akan kami tempuh secara profesional, objektif, dan bertanggung jawab," tulis pernyataan PT Persib Bandung Bermartabat, dikutip pada Kamis (14/5/2026).
PT Persib Bandung Bermartabat juga meminta semua pihak untuk menahan diri agar tidak terprovokasi. Menurut mereka, kedewasaan dan saling menghormati sangat penting untuk menyikapi hal ini.
"Persib mengajak seluruh pihak untuk menahan diri, tidak mudah terprovokasi, serta menghindari tindakan-tindakan yang dapat memperkeruh situasi dan merugikan masyarakat luas. Dalam situasi seperti ini, rasa empati, kedewasaan, dan saling menghormati menjadi hal yang jauh lebih penting untuk dikedepankan bersama," lanjut pernyataan itu.