Tragedi ini menjadi alarm keras mengingat posisi Indonesia yang masih berada dalam radar pemantauan ketat federasi internasional setelah insiden Kanjuruhan. Yunus menekankan bahwa perilaku tidak sportif semacam ini dapat memberikan citra negatif bagi transformasi sepak bola yang tengah diperjuangkan Indonesia di mata dunia.
"Dan ini tentu juga akan menggores perjalanan sepak bola kita, yang kita tahu bersama saat ini kita lagi sementara dimonitor, diawasi oleh FIFA. Dan PSSI berharap hal ini tidak akan terulang lagi," tutur Yunus.
Lebih lanjut, Yunus mengajak seluruh pihak untuk kembali memahami nilai-nilai dasar olahraga yang mengedepankan sportivitas. Menghadapi kekalahan dengan kepala tegak dianggap sebagai bagian mutlak dari ekosistem sepak bola profesional yang harus dipahami oleh setiap penggemar agar kejadian serupa tidak terus berulang di masa mendatang.
"Dan kita butuh kesabaran, kita butuh kesadaran bahwa menang-kalah itu pasti terjadi di dalam sebuah pertandingan. Kita harus sadar bahwa pertandingan itu kalah, menang, atau seri, dan itu pasti akan terjadi, tidak akan mungkin tidak," tandasnya.
(Rivan Nasri Rachman)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.