NONTHABURI – Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, bangga dengan perjuangan anak asuhnya usai jadi runner up Piala AFF Futsal 2026. Namun, ia juga menyoroti sejumlah keputusan wasit terutama soal pelanggaran.
Timnas Futsal Indonesia menelan kekalahan tipis 1-2 dari Thailand pada partai final yang berlangsung di Nonthaburi Hall, Bangkok, Minggu 12 April 2026 malam WIB. Hasil yang cukup disayangkan karena Skuad Garuda mampu unggul lebih dulu lewat gol Andres Dwi Persada.
Namun Thailand berhasil membalikkan keadaan berkat gol Itticha Praphaphan melalui penalti dari titik kedua di dua detik terakhir babak pertama. Kemudian, gol kemenangan tuan rumah dicetak lewat tendangan keras Panat Kittipanuwong.
Meski kalah, Souto mengaku sangat bangga dengan para pemain Timnas Futsal Indonesia. Pelatih asal Spanyol itu menilai anak asuhnya telah memberikan penampilan luar biasa dengan menghadapi Thailand yang bisa dibilang turun dengan kekuatan penuh.
“Sejujurnya saya sangat bangga dengan para pemain kami dan staf kami. Saya pikir klub-klub mereka di Indonesia dan teman-teman mereka harus bangga pada mereka, atas kerja keras yang telah mereka lakukan. Mereka telah memainkan permainan yang luar biasa,” kata Souto, dikutip Senin (13/4/2026).
Pria berusia 44 tahun itu menyoroti keputusan wasit dalam pertandingan tersebut setelah memberikan Thailand penalti dari titik kedua karena Timnas Futsal Indonesia mengoleksi enam pelanggaran. Hasilnya, tuan rumah berhasil menyamakan kedudukan di pengujung babak pertama.
Namun begitu, Souto mengakui Thailand bermain bagus di babak kedua ketimbang anak asuhnya. Ia menilai Muhammad Sanjaya dan kawan-kawan kesulitan menembus pertahanan tuan rumah di awal permainan babak kedua.
“Saya pikir di babak pertama kami mengendalikan permainan dan mereka tidak memiliki 1 pun peluang. Saya pikir kami mendapatkan 6 pelanggaran yang menurut pendapat saya tidak semuanya adalah pelanggaran. Dan jujur, saya katakan saya merasa dihukum oleh wasit terlalu banyak,” ujar Souto.
“Jadi mereka bisa menyamakan kedudukan dengan tendangan 10 meter (penalti kedua) di mana sebelumnya kami unggul 1-0, kami memiliki 3 atau 4 peluang bersih untuk mencetak gol dalam 2 serangan balik dan 1 penyelesaian,” imbuh mantan pelatih Bintang Timur Surabaya itu.