
Lebih lanjut, Lamine sadar betul tidak semua suporter fanatik bersikap semacam itu. Namun, ia menegaskan nyanyian tersebut sungguh tidak punya tempat di stadion sepakbola.
"Saya paham tidak semua fanatik begitu, tetapi untuk mereka yang menyanyikan itu: menggunakan agama sebagai ejekan di lapangan, membuat Anda menjadi orang bodoh dan rasis,” tegas Lamine.
"Sepakbola harus dinikmati dan didukung, bukan untuk menghina orang karena siapa mereka atau apa yang mereka yakini," tandasnya.
Rasisme memang masih jadi masalah di sepakbola Spanyol. Penggawa Real Madrid, Vinicius Jr, kerap jadi sasaran hinaan yang merendahkan warna kulitnya di beberapa stadion di Negeri Matador.
(Wikanto Arungbudoyo)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.