BARCELONA – Lamine Yamal angkat bicara soal chant anti-Islam yang terdengar di laga Timnas Spanyol vs Timnas Mesir. Sebagai seorang Muslim, ia mengutuk keras aksi tersebut.
Duel Timnas Spanyol vs Timnas Mesir itu digelar dalam rangka uji coba. Pertandingan dimainkan di Stadionm RCDE, Barcelona, Spanyol, Rabu 1 April 2026 dini hari WIB.

Laga berakhir dengan skor 0-0. Bukan skor akhir yang jadi sorotan, melainkan chant bernada merendahkan di mana suporter tuan rumah menyanyikan, ‘Yang tidak melompat adalah Muslim.’
Tentu saja, nyanyian itu terdengar langsung oleh Yamal yang merupakan penggawa Timnas Spanyol. Pesepakbola Barcelona itu angkat bicara lewat akun Instagram pribadinya @lamineyamal.
"Kemarin di stadion terdengar nyanyian, 'Yang tidak melompat adalah Muslim'. Saya tahu itu untuk tim lawan dan itu bukan sesuatu yang bersifat pribadi terhadap saya,” tulis Lamine, dikutip Kamis (2/4/2026).
“Tapi, sebagai seorang Muslim, itu tetap tidak sopan dan tidak dapat ditoleransi," imbuh remaja berusia 18 tahun tersebut.

Lebih lanjut, Lamine sadar betul tidak semua suporter fanatik bersikap semacam itu. Namun, ia menegaskan nyanyian tersebut sungguh tidak punya tempat di stadion sepakbola.
"Saya paham tidak semua fanatik begitu, tetapi untuk mereka yang menyanyikan itu: menggunakan agama sebagai ejekan di lapangan, membuat Anda menjadi orang bodoh dan rasis,” tegas Lamine.
"Sepakbola harus dinikmati dan didukung, bukan untuk menghina orang karena siapa mereka atau apa yang mereka yakini," tandasnya.
Rasisme memang masih jadi masalah di sepakbola Spanyol. Penggawa Real Madrid, Vinicius Jr, kerap jadi sasaran hinaan yang merendahkan warna kulitnya di beberapa stadion di Negeri Matador.
(Wikanto Arungbudoyo)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.