Mane menegaskan para pemain telah memberikan segalanya di lapangan, namun hasil akhir justru ditentukan oleh meja birokrasi. Ia merasa negaranya dan para penggemar layak mendapatkan transparansi dan rasa hormat yang lebih besar.
Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) merespons keputusan tersebut dengan kemarahan serupa. Sekretaris Jenderal FSF, Abdoulaye Seydou Sow, menyebut vonis ini sebagai aib bagi Afrika dan menegaskan pihaknya akan segera membawa kasus ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) di Lausanne, Swiss.
"Kami tidak akan mundur. Hukum ada di pihak kami. Keputusan ini adalah parodi yang tidak berdasar pada basis hukum apa pun," tegas Sow melalui siaran televisi nasional RTS.
Di sisi lain, Federasi Sepak Bola Maroko (FRMF) menanggapi kemenangan belakangan ini dengan lebih tenang. Mereka menyatakan bahwa langkah hukum yang diambil bukan bertujuan untuk mempertanyakan performa olahraga tim lawan, melainkan semata-mata untuk memastikan penegakan regulasi kompetisi yang berlaku.
Kini, sementara Maroko merayakan gelar AFCON kedua mereka, Senegal bersiap melakukan perlawanan hukum habis-habisan demi merebut kembali medali emas yang telah ditarik dari leher Sadio Mane dan kawan-kawan.
(Rivan Nasri Rachman)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.