Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PSSI Dukung Erick Thohir Berantas Predator Seksual di Dunia Olahraga: Tidak Ada Toleransi!

Cikal Bintang , Jurnalis-Senin, 16 Maret 2026 |02:17 WIB
PSSI Dukung Erick Thohir Berantas Predator Seksual di Dunia Olahraga: Tidak Ada Toleransi!
PSSI menyatakan dukungan penuh kepada Menpora RI Erick Thohir dalam rangka memberantas predator seksual di dunia olahraga (Foto: PSSI)
A
A
A

2. Olahraga Harus Jadi Ruang Aman

Sekjen PSSI Yunus Nusi. (Andika Rachmansyah/Okezone)

Hal senada diutarakan Anggota Komite Eksekutif PSSI (Exco PSSI) Vivin Cahyani Sungkono. Wanita berusia 52 tahun itu menilai dunia olahraga harus menjadi ruang aman bagi para atlet untuk berlatih, berkembang, dan meraih prestasi tanpa rasa takut.

“Atlet adalah kebanggaan bangsa yang harus kita jaga dan lindungi. Mereka berhak berlatih, bertanding, dan berkembang dalam lingkungan yang aman terlindungi bukan malah menjadi ruang yang menimbulkan trauma. Untuk para predator di dunia olahraga, tidak ada kata toleransi,” kata Vivin.

“Kami menuntut hukuman yang setimpal dan seberat-beratnya sesuai undang-undang yang berlaku. Hukuman ini sebagai pesan tegas dunia olahraga Indonesia adalah wilayah terlarang bagi pelaku kekerasan. Kita harus memastikan para pelaku ini mendapatkan efek jera yang nyata agar tidak ada lagi masa depan atlet yang dikorbankan,” tegasnya.

Vivin menambahkan pencegahan kasus serupa di lingkungan sepakbola membutuhkan langkah konkret dari seluruh pihak. Ia menilai sistem perlindungan atlet harus diperkuat melalui advokasi terhadap korban serta penegakan regulasi yang tegas.

Selain itu, federasi perlu memperkuat kode etik yang melarang segala bentuk kekerasan di lingkungan olahraga. Edukasi dan sosialisasi juga harus terus dilakukan kepada atlet, pelatih, dan ofisial mengenai batasan perilaku profesional.

“Kita ingin para atlet fokus pada prestasi tanpa dibayangi rasa takut atau tekanan. Karena itu, semua pihak harus bekerja bersama memastikan sistem perlindungan yang kuat benar-benar berjalan,” papar Vivin.

“Melindungi atlet bukan hanya tanggung jawab federasi, tetapi tanggung jawab kita bersama. Kita harus memastikan dunia sepakbola Indonesia menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, profesionalitas, dan rasa hormat,” tandasnya.

(Wikanto Arungbudoyo)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement