Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Usai AS Roma vs Juventus Berakhir 3-3, Luciano Spalletti Makin Yakin Bianconeri Mampu Finis 4 Besar

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Senin, 02 Maret 2026 |07:40 WIB
Usai AS Roma vs Juventus Berakhir 3-3, Luciano Spalletti Makin Yakin <i>Bianconeri</i> Mampu Finis 4 Besar
Suasana laga AS Roma vs Juventus di Liga Italia 2025-2026. (Foto: Instagram/officialasroma)
A
A
A

ROMA Juventus baru saja melewati malam yang penuh drama di Stadio Olimpico dalam laga lanjutan Liga Italia 2025-2026, Senin (2/3/2026) dini hari WIB. Meski gagal memetik poin penuh saat bertamu ke markas AS Roma, hasil imbang 3-3 yang diraih lewat comeback spektakuler menjadi pesan kuat si Nyonya Tua –julukan Juventus– belum habis.

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, menegaskan ambisi mengamankan posisi empat besar adalah bahan bakar utama timnya saat ini. Jadi, tak heran jika Juventus terus mampu tampil beringas demi mengejar tiket Liga Champions musim 2026-2027.

1. Mentalitas Baja

Laga melawan Roma menjadi pembuktian karakter bagi skuad asuhan Spalletti. Sempat tertinggal 1-3 hingga menit ke-78, Juventus tampak akan pulang dengan tangan hampa.

Namun, keputusan jitu Spalletti memasukkan tenaga baru berbuah manis. Jeremie Boga dan Federico Gatti muncul sebagai pahlawan yang menyamakan kedudukan, menyusul performa spartan tim yang sebelumnya juga harus berjuang 120 menit melawan Galatasaray di playoff 16 besar Liga Champions 2025-2026.

Luciano Spalletti
Luciano Spalletti

Usai laga, Spalletti mengakui ada perasaan campur aduk melihat performa anak asuhnya.

"Jika bicara soal reaksi, saya senang. Tapi jika melihat jalannya musim sejauh ini, jujur saja saya kurang puas," ujarnya kepada DAZN Italia, dikutip Senin (2/3/2026).

Spalletti menyoroti bagaimana timnya terkadang ceroboh, namun di sisi lain memiliki determinasi luar biasa untuk mengatasi kesulitan, terutama setelah sering bermain dengan 10 orang dalam beberapa laga terakhir.

 

2. Target Empat Besar

Bagi Spalletti, keyakinan adalah segalanya. Di usianya yang ke-66, ia merasa tugas utamanya bukan sekadar meracik taktik, melainkan menularkan api semangat kepada para pemain muda seperti Kenan Yildiz dan Edon Zhegrova.

Spalletti percaya kualitas individu yang digabungkan dengan kepercayaan diri akan melahirkan momen-momen ajaib di lapangan. Meski Juventus kini merosot ke posisi keenam, selisih empat poin dari Roma di peringkat keempat dianggap masih sangat mungkin dikejar.

AS Roma vs Juventus. (Foto: Instagram/officialasroma)
AS Roma vs Juventus. (Foto: Instagram/officialasroma)

"Tentu saja saya percaya. Saya hidup untuk peringkat keempat," imbuh Spalletti.

Dengan dukungan fans yang mulai kembali solid, Spalletti memprediksi Juventus akan menjalani fase akhir musim yang gemilang demi mengamankan tiket menuju kompetisi kasta tertinggi Eropa musim depan.

(Rivan Nasri Rachman)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement