Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penyebab PSIM Yogyakarta Gagal Kalahkan Bali United di Super League 2025-2026

Cikal Bintang , Jurnalis-Rabu, 25 Februari 2026 |04:05 WIB
Penyebab PSIM Yogyakarta Gagal Kalahkan Bali United di Super League 2025-2026
Laga PSIM Yogyakarta vs Bali United berakhir 3-3. (Foto: Liga Indonesia Baru)
A
A
A

PELATIH PSIM Yogyakarta, Jean Paul Van Gastel, menyoroti komunikasi anak asuhnya usai bermain 3-3 dengan Bali United. Jean Paul Van Gastel menilai, skuad Laskar Mataram -julukan PSIM Yogyakarta- memiliki masalah struktural komunikasi di lapangan. 

PSIM Yogyakarta mendapatkan satu poin saat menahan Bali United di pekan ke-23 Super League 2025-2026. Laskar Mataram harus bersusah payah untuk mendapatkan poin tersebut.

Laga PSIM Yogyakarta vs Bali United berakhir sama kuat 3-3. (Foto: Liga Indonesia Baru)
Laga PSIM Yogyakarta vs Bali United berakhir sama kuat 3-3. (Foto: Liga Indonesia Baru)

Mereka sempat tertinggal tiga gol hingga pertengahan babak kedua. Namun, laga selesai dengan dramatis lewat skor 3-3 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta pada Senin 23 Februari 2026 malam WIB. 

1. Lawan Bali United Salah Satu Laga Tersulit PSIM Yogyakarta

Jean Paul Van Gastel mengakui, pertandingan ini adalah salah satu yang tersulit untuk PSIM Yogyakarta musim ini. Pelatih asal Belanda itu bahkan sempat hilang asa saat Bali United mencetak gol ketiga. 

"Ini pertandingan yang sulit karena kita tertinggal di babak pertama. Kami merespons di babak kedua, tetapi justru kembali kebobolan,” kata Jean Paul Van Gastel, Okezone mengutip dari laman resmi PT Liga Indonesia Baru (iLeague), Rabu (25/2/2026). 

Walaupun berhasil mengantongi satu poin, Van Gastel tetap tidak puas dengan permainan PSIM Yogyakarta. Ia mengatakan ada masalah pada skuad Laskar Mataram. 

 

Menurutnya, permasalahan utama adalah komunikasi buruk antarpemain. Hal ini membuat konsentrasi pemain dan rekannya hilang sehingga mudah kebobolan. 

"Saya rasa masalah tim saat ini bersifat struktural, salah satunya komunikasi antarpemain. Jika mencermati proses kebobolan awal, seolah-olah kita memberikan kesempatan tersebut secara cuma-cuma kepada lawan,” terang Van Gastel. 

2. Bali United Bermain 10 Orang

Meski begitu, Van Gastel beruntung bisa menemukan formula tepat untuk mengejar ketertinggalan. Terlebih, PSIM Yogyakarta terbantu karena adanya kartu merah yang didapat Joao Ferarri. 

"Hal berbeda kita lakukan pada paruh kedua adalah bermain menyerang dengan menempatkan dua striker secara bersamaan. Di sisi lapangan kita menang jumlah pemain sehingga tim bisa menembus sepertiga akhir pertahanan lawan secara mudah,” jelas Van Gastel.

Tambahan satu poin membuat PSIM Yogyakarta kini mengoleksi 33 poin dari 22 laga dan menempati peringkat ketujuh dari 18 tim. Berikutnya, PSIM Yogyakarta akan dijamu PSBS Biak di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta pada Jumat 27 Februari 2026 pukul 20.30 WIB.

(Ramdani Bur)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement