Pemain berposisi penyerang itu tidak ada kendala apapun kompetisi bergulir di saat Ramadhan. Dia pun sudah terbiasa dengan hal itu dan tetap berusaha memberikan kontribusi terbaik untuk Persija.
Baginya, bertanding saat berpuasa adalah tantangan profesional yang sudah sering ia hadapi di klub-klub sebelumnya, sehingga tidak ada alasan untuk mengeluh. Ia menilai bermain di malam hari justru memberikan keuntungan fisik karena suhu udara yang lebih bersahabat dibandingkan laga sore.
"Menurut saya itu normal saja, karena saya seorang muslim dan saya sudah sering bermain di bulan Ramadhan. Bahkan mungkin lebih sulit dari malam ini, karena sebelumnya saya pernah bermain di sore hari sebelum maghrib," sambung Ajaraie.
"Jadi, bagi saya tidak masalah. Saya pikir Allah memberi kami lebih banyak kekuatan di bulan Ramadhan, Alhamdulillah. Terima kasih," imbuhnya.
Keyakinan spiritual inilah yang menjadi bensin tambahan bagi Ajaraie untuk terus berlari di lapangan hijau demi membawa Persija bersaing di papan atas klasemen.
Dalam laga terdekat, Persija akan melawan Malut United. Laga itu akan berlangsung di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, pada 24 Februari 2026.
(Rivan Nasri Rachman)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.