Selain masalah transfer kompetitor, rasa frustrasi Ronaldo juga dipicu oleh kondisi internal klub yang tidak stabil. Laporan menyebutkan dua sosok penting asal Portugal di jajaran petinggi Al-Nassr, yakni Simao Coutinho (Direktur Olahraga) dan Jose Semedo (CEO), telah dibekukan kekuasaannya sejak awal bulan ini oleh Dewan Direksi.
Langkah pembekuan ini membuat Ronaldo merasa kehilangan dukungan dari orang-orang kepercayaannya di struktur manajemen. Hal ini menambah daftar panjang kekecewaannya setelah hanya mampu memberikan satu trofi (Arab Club Champions Cup) sejak bergabung pada November 2022 lalu.
Saat ini, Al-Nassr tengah berjuang di posisi kedua klasemen. Di level individu, Ronaldo pun tengah bersaing ketat di bursa pencetak gol terbanyak dengan 17 gol, terpaut satu angka dari striker Al-Ahli, Ivan Toney. Jika aksi mogok ini terus berlanjut, ambisi Al-Nassr untuk meraih gelar juara liga perdana di era Ronaldo terancam sirna.
(Rivan Nasri Rachman)