RIYADH – Kabar mengejutkan datang dari megabintang Al-Nassr, Cristiano Ronaldo. Pemain berjuluk CR7 tersebut dilaporkan menolak untuk turun lapangan dalam laga pekan ke-19 Liga Arab Saudi 2025-2026 melawan Al-Riyadh pada Senin 2 Februari 2026.
Absennya sang kapten dipastikan bukan karena masalah fisik maupun kebugaran, melainkan sebuah aksi protes keras terhadap kebijakan manajemen. Pakar transfer Fabrizio Romano sebelumnya telah mengonfirmasi Ronaldo akan melewatkan pertandingan tersebut.
Namun, teka-teki mengenai alasan di balik absennya pemain berusia 40 tahun itu akhirnya mulai terkuak melalui laporan media Portugal, A Bola.
Menurut A Bola, penyebab utama kekecewaan Ronaldo kabarnya berakar pada ketidakpuasan terhadap Public Investment Fund (PIF), konsorsium yang mengelola klub-klub besar di Arab Saudi. Ronaldo merasa ada perlakuan tidak adil dalam distribusi pemain bintang antara Al-Nassr dengan rival mereka, terutama Al-Hilal.
Situasi semakin memanas setelah kabar Al-Hilal resmi mendatangkan mantan rekan setim Ronaldo di Real Madrid, Karim Benzema, dari Al-Ittihad. Jurnalis Turki, Yagiz Sabuncuoglu, mengungkapkan bahwa Ronaldo secara terang-terangan menentang perpindahan Benzema ke Al-Hilal.
Ronaldo menganggap langkah tersebut dapat merusak iklim kompetisi yang adil. Pasalnya, Al-Hilal saat ini sudah diperkuat sederet bintang kelas dunia seperti Darwin Nunez dan Theo Hernandez.
Menambah Benzema ke dalam skuad Al Hilal dianggap akan membuat persaingan di Liga Arab Saudi menjadi tidak sehat, mengingat Al-Hilal saat ini masih kukuh di puncak klasemen, sedangkan Al Nassr di urutan kedua dengan perbedaan 1 poin.
Selain masalah transfer kompetitor, rasa frustrasi Ronaldo juga dipicu oleh kondisi internal klub yang tidak stabil. Laporan menyebutkan dua sosok penting asal Portugal di jajaran petinggi Al-Nassr, yakni Simao Coutinho (Direktur Olahraga) dan Jose Semedo (CEO), telah dibekukan kekuasaannya sejak awal bulan ini oleh Dewan Direksi.
Langkah pembekuan ini membuat Ronaldo merasa kehilangan dukungan dari orang-orang kepercayaannya di struktur manajemen. Hal ini menambah daftar panjang kekecewaannya setelah hanya mampu memberikan satu trofi (Arab Club Champions Cup) sejak bergabung pada November 2022 lalu.
Saat ini, Al-Nassr tengah berjuang di posisi kedua klasemen. Di level individu, Ronaldo pun tengah bersaing ketat di bursa pencetak gol terbanyak dengan 17 gol, terpaut satu angka dari striker Al-Ahli, Ivan Toney. Jika aksi mogok ini terus berlanjut, ambisi Al-Nassr untuk meraih gelar juara liga perdana di era Ronaldo terancam sirna.
(Rivan Nasri Rachman)