“Alonso adalah pelatih luar biasa. Dia memenangi gelar bersama Bayer Leverkusen, dia melatih tim itu dengan sangat baik,” kata Bale, mengutip dari Football Espana, Kamis (22/1/2026).
“Tapi, ketika Anda tiba di Real Madrid, Anda tidak perlu menjadi pelatih, Anda harus menjadi manajer. Anda harus mengatur ego (pemain) di ruang ganti,” sambung pria asal Wales tersebut.

“Anda tidak perlu banyak bicara soal taktik. Di ruang ganti, ada pemain-pemain bintang yang bisa mengubah laga dalam sekejap. Ya, dia adalah pelatih hebat dan juru taktik hebat, tapi di Madrid, itu jelas tidak bekerja dengan baik,” tandasnya.
Perkataan Bale bisa jadi benar. Sebab, skuad Madrid yang dipimpin Alonso merupakan warisan dari Carlo Ancelotti, sosok yang banyak dibilang memiliki kharisma serta pendekatan yang mampu membuat pemain merasa nyaman.
(Wikanto Arungbudoyo)