JAKARTA – Cedera pangkal paha atau groin injury kini menjadi momok di kalangan pesepakbola dunia seiring naiknya intensitas pertandingan. Apalagi, cedera tersebut dapat memengaruhi performa di lapangan.
Ya, cedera pangkal paha sering dialami pesepakbola profesional gerakan lari yang mengaktifkan otot pangkal paha dalam. Jika mereka mengalami cedera itu, membutuhkan 1-2 minggu untuk pemulihan dan solusi menghindari cedera ini adalah melakukan peregangan yang tepat.

Fisioterapis ternama Indonesia, Windy Mayang, membenarkan cedera tersebut menjadi momok untuk atlet ata upun khususnya pemain bola. Sebab, saat penanganan cedera tersebut dengan cara fisioterapi saja menimbulkan rasa sakit yang cukup lumayan.
"Groin Injury atau cedera di bagian selangkangan, itu fatal buat atlet. Selain ACL (Anterior Cruciate Ligament), itu sangat menyakitkan," kata Windy.
Lebih lanjut, Windy mengatakan untuk mengurangi kemungkinan terkena cedera parah atlet-atlet harus rutin memeriksakan kondisi fisiknya, bahkan saat masih bugar. Hal ini perlu agar fisioterapi bisa mendeteksi bila ada yang tidak benar dengan kondisi tubuh.
"Atlet itu harus paham dengan dirinya sendiri. Harus aware dengan apa yang dia lakukan. Kalau istirahat cukup bisa meningkatkan performa. Ketika ada latihan jangan lupa pemanasan," ucap Windy saat meresmikan WM Center Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu 12 Oktober 2024.
"Kemudian juga rehabilitasi. Rehabilitas itu penting. Rehab itu bukan berarti harus dilakukan saat cedera,” lanjut Windy.

“Misalnya kalau lari kurang kencang, ini harus segera mungkin bagaimana caranya meningkatkan performa dengan di revisi, semacam di-setting ulang lagi kaki-kakinya," tandasnya.
(Wikanto Arungbudoyo)