HANOI – Pelatih Timnas Vietnam, Philippe Troussier, kecewa karena tim besutannya harus kecolongan oleh Irak di menit-menit akhir. Namun di sisi lain, juru taktik asal Prancis itu tetap bangga dengan performa The Golden Stars -julukan Timnas Vietnam- karena telah tampil habis-habisan melawan salah satu tim kuat di Asia tersebut.
Timnas Vietnam menelan kekalahan pahit 0-1 dari Irak di Stadion My Dinh, Hanoi, Selasa (21/11/2023) pada laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Pasalnya, gawang mereka harus kebobolan di menit akhir latau tepatnya menit 90+7 ewat gol yang dicetak Mohanad Ali.

Troussier pun kecewa berat tim besutannya harus kalah dengan situasi seperti itu. Karena menurutnya, hal tersebut akan mempengaruhi taktik yang telah mereka gunakan.
“Yang jelas, kebobolan gol di menit-menit akhir sangat mengecewakan bagi saya,” kata Troussier, dilansir dari Soha, Rabu (22/11/2023).
“Saya menyesali situasi yang menyebabkan kebobolan gol. Sebab hal itu membuat kepercayaan terhadap taktik dan usaha para pemain tak mampu meraih hasil,” sambungnya.
Ahli taktik berusia 68 tahun itu mengungkapkan bahwa Vietnam bermain dengan menggunakan taktik membatasi kemampuan fisik yang dimiliki Irak. Menurutnya, itu adalah taktik yang efisien untuk meredam pergerakan para pemain Irak. Tapi sayang, The Golden Stars harus kecolongan di menit-menit akhir.
“Apalagi kami sudah menyiapkan taktik yang masuk akal untuk membatasi keunggulan fisik timnas Irak. Mengingat kualitas individu, tim Irak lebih unggul, jadi kami harus fokus pada taktik ini,” ungkapnya.