SOLO – Pelatih Tim Nasional (Timnas) Kanada U-17, Andrew Olivieri memiliki target besar di Piala Dunia U-17 2023. Ia tepatnya akan berusaha membawa Kanada U-17 meraih kemenangan perdana di ajang Piala Dunia U-17 tersebut.
Sebab perlu diketahui, selama ini Kanada U-17 tak pernah memenangkan satu laga pun meski cukup sering tampil di Piala Dunia U-17. Jadi, jika nantinya Kanada U-17 bisa menang sekali saja di Indonesia, maka itu akan menjadi sejarah baru untuk tim tersebut di Piala Dunia U-17.
Ya, tepatnya selama tujuh kali berkompetisi dan melewati 21 pertandingan, Timnas Kanada U-17 belum pernah menang. Pencapaian terbaik mereka adalah meraih hasil imbang yang didapat saat mengikuti edisi 2011, dan 2013.
Pada keikutsertaan edisi terakhir (2019), Kanada kembali tidak mendapatkan kemenangan. Sebab itu, mereka selalu terhenti pada fase grup di tujuh edisi turnamen Piala Dunia U-17 (1987, 1989, 1993, 1995, 2011, 2013, dan 2019).
Olivieri ingin mengubah rapor merah ini ketika berkompetisi di Indonesia. Namun, langkah pasukan Andrew Olivieri tidak akan mudah karena akan tergabung dengan Spanyol, Mali, dan Uzbekistan di Grup B Piala Dunia U-17 2023.

“Mereka tahu bahwa ini berarti melakukan hal-hal yang belum pernah dilakukan Kanada sebelumnya di level U-17. Mereka belum memenangkan satu pertandingan pun, mereka belum pernah lolos penyisihan grup dan itu semua adalah hal-hal yang ingin dicapai oleh anak-anak ini dan menjadi yang pertama melakukannya untuk Kanada,” kata Olivieri dikutip dari laman resmi FIFA, Rabu (8/11/2023).
Pada laga pertama, Timnas Kanada U-17 akan langsung dihadapkan dengan lawan berat yakni Spanyol. Pertandingan itu akan berlangsung di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah pada Jumat (10/11/2023) mendatang.
Olivieri mengatakan timnya sudah berkembang pesat setelah kegagalan total pada edisi 2019. Dalam empat tahun setelah turnamen itu, Olivieri mengklaim timnya akan tampil lebih baik di Indonesia.
“Kami belajar banyak melalui siklus tahun 2019. Sangat disayangkan bahwa karena Covid sudah lama sekali kami melewatkan Piala Dunia dua tahun lalu, namun kami memiliki waktu empat tahun untuk benar-benar belajar dan memahami tipe pemain yang perlu kami kumpulkan,” tutur Olivieri.

“Saya pikir kejelasan tentang total pemain dan kelengkapan pemain yang perlu kami kembangkan selama empat tahun telah menjadi fokus besar. Mereka telah memperoleh manfaat dari pembelajaran pada siklus sebelumnya,” pungkasnya.
(Rivan Nasri Rachman)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.