KISAH miris Virgil van Dijk yang performanya anjlok sekarang ini menjadi sorotan. Padahal sebelumnya, ia menjadi pemain kebanggan Liverpool era kepelatihan Jurgen Klopp.
Liverpool memboyong Van Dijk dari Southampton pada tahun Januari 2018 dengan biaya 84 juta euro atau senilai dengan Rp 1,3 triliun. Biaya mendatangkan Van Dijk dinilai terlalu mahal dan tidak sebanding dengan performanya pada saat itu.
Tetapi tidak butuh waktu lama bagi Van Dijk untuk membuktikan bahwa dirinya layak diperhitungkan. Pemain asal Belanda itu langsung menyabet gelar sebagai Pemain Terbaik Eropa 2018-2019.
Dia kemudian memimpin Liverpool menjuarai Liga Champions 2018-2019. Van Dijk juga menjadi pemain kunci dalam kesuksesan Liverpool menjuarai Liga Inggris 2019-2020.
Masa keemasan Virgil van Dijk kini sepertinya mulai berakhir. Performa bek Liverpool itu terlihat semakin menurun drastis.
Kisah miris Virgil van Dijk yang performanya anjlok sekarang ini berawal dari kesalahannya saat menghadapi Manchester United. Liverpool kalah dari Manchester United 1-2 pada Agustus 2022 lalu setelah Van Dijk keliru dalam mengambil keputusan.
Penampilan buruk Van Dijk juga terlihat atas hasil imbang 2-2 Liverpool melawan Arsenal. Ia terlihat ragu saat mengalihkan umpan Martin Odegaard ke Gabriel Martinelli sebagai gol pertama. Setelahnya, ia juga kehilangan Gabriel Jesus sehingga tercipta gol kedua dari Arsenal.
Penurunan performa Van Dijk sejalan dengan penurunan Liverpool secara keseluruhan. Meski ia tidak sendirian menjadi pemain yang mengalami penurunan, Van Dijk adalah pemain yang kualitasnya paling jelas terlihat.
Seperti saat Van Dijk kewalahan menghadapi striker Fulham, Aleksandar Mitrovic. Berbagai kritikan langsung mengarah padanya. Media bahkan mangatakan hanya Van Dijk yang belum mengalami perubahan pada musim ini.,
Follow Berita Okezone di Google News