PELATIH Arema FC I Putu Gede berbicara tentang dampak negatif yang akan diterima timnya setelah pertandingan melawan Persebaya Surabaya ditunda. Pelatih Arema FC tersebut menilai penundaan laga itu akan menambah derita timnya yang harus memainkan banyak laga tunda.
Laga Persebaya Surabaya vs Arema FC seharusnya menjadi bagian dari laga lanjutan pekan ke-29 Liga Indonesia 2022-23. Namun, kini harus ditunda karena satu dan lain hal.

"Seperti yang saya bicarakan kemarin, nanti akan menumpuk di akhir kompetisi jadwal yang mesti kita siapkan," kata pelatih Arema FC I Putu Gede, Selasa (7/3/2023) mengenai dampak penundaan pertandingan Persebaya Surabaya vs Arema FC.
Tidak hanya soal jadwal yang nantinya akan merugikan Arema FC, I Putu Gede juga menyoroti tentang dampak ekonomi yang dihasilkan dari penundaan laga tersebut. I Putu Gede khawatir pengeluaran Arema FC akan sangat besar untuk menjalani laga-laga tunda tersebut.
Selain itu, pelatih Arema FC tersebut cemas dengan mental para pemainnya yang terus menerus harus menghadapi penundaan jadwal pertandingan, sesuatu yang menurutnya tidak bagus.
"Ini satu kendala kita juga. Ketiga beban juga untuk manajemen. Jadi semakin mundur aktivitasnya, semakin membengkak biaya," ungkap pelatih kelahiran 1 Desember 1973.
"Para pemain juga sudah bersiap, jangan-jangan mereka lebih konsentrasi lawan Persebaya daripada lawan Persik," tambah mantan pelatih Persibo Bojonegoro ini.

Pada putaran pertama Liga Indonesia 2022-23, Persebaya Surabaya yang bertindak sebagai tim tamu berhasil meraih kemenangan dengan skor 2-3 ketika bertandang ke markas Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang. Namun, laga ini menghadirkan luka yang sangat mendalam setelah pertandingan usai.
Terjadi kericuhan yang menyebabkan banyak nyawa melayang. Kejadian ini langsung menjadi sorotan dan karena kejadian tersebut, Arema FC dihukum tidak bisa tampil di Stadion Kanjuruhan di sisa musim Liga Indonesia 2022-23.
(Maulana Yusuf)