LONDON - Pelatih Chelsea, Graham Potter sadar skuadnya sedang tidak baik-baik saja usai meraih berbagai hasil negatif dalam beberapa pertandingan terakhir. Untuk itu, sebelum beraksi lagi di laga Fulham vs Chelsea, Potter melakukan pembicaraan dari hati ke hati dengan para pemain senior The Blues, seperti Cesar Azpilicueta, Thiago Silva, Jorginho, hingga Matteo Kovacic
Sebagaimana diketahui, Chelsea babak belur dalam delapan laga terakhir di semua kompetisi. The Blues –julukan Chelsea- hanya mampu satu kali menang, itupun diraih atas tim gurem, Bournemouth.
Sepanjang tahun 2023, Chelsea sama sekali belum meraih kemenangan. Krisis pemain akibat badai cedera turut memperparah situasi tim asal London Barat tersebut.

Terdekat, Chelsea akan menghadapi Fulham pada lanjutan Liga Inggris 2022-2023 di Craven Cottage, London, Jumat (13/1/2023) pukul 03.00 WIB. Jelang laga, Potter berbicara dari hati ke hati dengan empat pemain senior Chelsea, yakni Azpilicueta, Thiago Silva, Jorginho dan Kovacic.
Potter mengungkapkan bahwa dirinya merasa beruntung memiliki empat pemain tersebut. Menurutnya, empat pemain tersebut menunjukkan sikap dan karakter yang baik saat timnya sedang terpuruk.
“Saya berbicara panjang lebar pada hari Selasa dengan Thiago, dengan Azpi, dengan Jorgi, dengan Kova, percakapan yang sangat bagus, Mereka menunjukkan kualitas mereka sebagai manusia lagi. Mereka jujur,” kata Potter dilansir laman resmi klub, Jumat (13/1/2023).
“Mereka mengartikulasikan keprihatinan mereka dengan baik, mereka mengartikulasikan kepositifan mereka, mereka mengartikulasikan tanggung jawab mereka. Itu sebabnya saya pikir kami berada di tempat di mana kami dapat bergerak maju,” tuturnya.
Potter amat bersyukur masih ada pemain yang belum putus asa meski terdampar di peringkat 10 klasemen sementara Liga Inggris musim ini. Dirinya amat terkesan dengan mentalitas anak asuhnya itu.

“Itu adalah tim yang berpengalaman, para pemain jujur, mereka ingin mengambil tanggung jawab mereka. Mereka ingin berkembang, mereka ingin menang. Ada banyak hal yang membuat kita beruntung,” terang Potter.
“Pada saat yang sama, kami berada dalam momen yang sulit dan ini adalah tantangan yang memengaruhi para pemain juga. Mereka adalah manusia,” lanjut pelatih asal Inggris tersebut.
“Saya tahu mereka dibayar untuk melakukan pekerjaan mereka tetapi mereka bukan robot. Mereka masih terpengaruh oleh hasil dan fase transisi di klub, tapi saya sangat terkesan,” tutup Potter.
(Rivan Nasri Rachman)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.