Sabatini mengaku memang cukup skeptikal ketika Roma menunjuk Mourinho sebagai pelatihnya. Lebih lanjut, Sabatini merasa Mourinho tidak memiliki karier yang gemilang setelah kesuksesan bersama Porto.
“Ketika dia datang ke Roma, saya mengatakan dia akan memberikan candu kepada massa, dan saya terbukti benar. Saya mengagumi dia atas apa yang dia capai di Porto, tetapi selebihnya, rekornya sebagai pelatih membuat saya acuh tak acuh,” sambungnya.

Selain itu, Sabatini merasa keputusan Mourinho mencemooh Karsdorp di depan publik adalah tindakan yang tidak tepat. Pasalnya, hal tersebut akan membuat pemain asal Belanda itu tak akan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya.
“Menekan pemain itu bagus, tetapi ketika Anda menempatkan pemain seperti Karsdorp di luar sana sebagai objek cemoohan, Anda menghilangkan kemampuannya untuk bekerja. Pemuda ini mungkin tidak akan pernah bisa menjalani kehidupan normal di Roma lagi,” pungkasnya.
(Djanti Virantika)