Pemain kriket asal Inggris, Heathfield Harman Stephenson, berhasil melakukan tiga wickets secara berturut-turut. Keberhasilan itu sangat jarang terjadi dalam olahraga kriket.
Penonton kriket yang hadir mengumpulkan uang untuk memberikan hadiah kepada Heathfield Harman Stephenson atas pukulan yang sempurna. Uang tersebut dikumpulkan menggunakan topi (hat) dan diberikan kepada Stephenson sebagai hadiah atas prestasinya.
Sedangkan “trick” berasal dari dunia sulap. Istilah tersebut sangat populer tahun 1880 yang berarti keajaiban.
Jadi, istilah hattrick digunakan untuk menggambarkan sebuah keajaiban yang datang pada pemain. Istilah ini mulai populer di berbagai cabang olahraga khususnya pada olahraga sepak bola.
Penggunaan Istilah Hattrick
Dulu, dalam dunia sepakbola istilah hattrick begitu sempit. Pesepak bola dapat dikatakan hattrick bila melakukan gol tiga kali secara berturut-turut tanpa jeda menggunakan kaki kanan, kaki kiri dan sundulan.
Ketentuan itu tentu sangat sulit dilakukan. Seiring perkembangan zaman, istilah hattrick semakin luas. Pesepakbola dapat dikatakan hattrick bila melayangkan gol tiga dalam satu pertandingan.
Ketentuan menggunakan kaki kanan, kaki kiri dan sundulan ditiadakan. Namun, jika ada pesepakbola yang berhasil melakukannya akan mendapat sebutan perfect hattrick atau golden hattrick.
(Dimas Khaidar)