Share

Hubungi Presiden FIFA untuk Bahas Tragedi Kanjuruhan, Jokowi Pasrah jika Indonesia Terkena Sanksi

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Rabu 05 Oktober 2022 10:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 05 49 2680927 hubungi-presiden-fifa-untuk-bahas-tragedi-kanjuruhan-jokowi-pasrah-jika-indonesia-terkena-sanksi-c5wxi0obdG.jpg Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. (Foto: Raka Dwi Novianto/MPI)

JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) ternyata sudah berbicara langsung dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino untuk membahas terkait tragedi Kanjuruhan yang terjadi di laga Arema FC vs Persebaya Surabaya. Dalam pembicaraan tersebut, Jokowi mengaku pasrah dengan apa pun keputusan FIFA yang akan dijatuhkan kepada Indonesia.

"Hari Senin malam saya telah bergabung langsung berbicara langsung dengan presiden FIFA, Presiden Gianni Infantino berbicara banyak mengenai tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang," ujar Jokowi kepada wartawan di depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (5/10/2022).

FIFA kibarkan bendera setengah tiang untuk hormati korban kerusuhan Arema vs Persebaya

Selain membicarakan mengenai tragedi Kanjuruhan, Jokowi juga berbicara mengenai Piala Dunia U-20 2023 yang akan dilaksanakan di Indonesia.

"Dan juga berbicara mengenai FIFA U-20 berbicara banyak," kata Jokowi.

Jokowi pun pasrah dan menyerahkan segala keputusannya kepada Presiden FIFA terkait tragedi di Kanjuruhan.

"Tetapi keputusan apapun adalah kewenangan di FIFA," jelasnya.

Seperti yang diketahui, FIFA sedang menyelidiki kasus tragedi berdarah pada laga Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan. Laga pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 tersebut berakhir ricuh usai beberapa Aremania turun ke lapangan usai Arema takluk 2-3 dari Persebaya.

Karena hal tersebut, petugas keamanan mencoba untuk memukul mundur suporter ke tribun. Namun, polisi justru menggunakan gas air mata yang sejatinya dilarang oleh FIFA.

Jokowi minta Liga 1 Dihentikan

Karena penggunaan gas air mata itu juga yang membuat banyak korban berjatuhan. Pasalnya suporter banyak yang panik hingga mencoba melarikan diri bersama, desak-desakkan tak terhindarkan dan membuat ada yang terinjak-injak.

Alhasil, banyak korban luka-luka hingga ada 125 orang dinyatakan meninggal dunia. Karena insiden itulah yang membuat FIFA kini menyelidiki sepakbola Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini