Share

Ikut Sedih Lihat Peristiwa di Stadion Kanjuruhan, Luis Milla: Saya Berharap Ini Jadi Tragedi Terakhir di Sepakbola Indonesia

Maulana Yusuf, MNC Portal · Senin 03 Oktober 2022 05:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 03 49 2679344 ikut-sedih-lihat-peristiawa-di-stadion-kanjuturhan-luis-milla-saya-berharap-ini-jadi-peristiwa-terakhir-di-sepakbola-indonesia-eNgr551Wdi.jpg Pelatih Persib Bandung, Luis Milla. (Foto: Instagram/luismillacoach)

MANCHESTER - Pelatih Persib Bandung, Luis Milla, sampaikan belasungkawa mendalam kepada para korban yang meninggal dunia dan luka-luka di tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang. Ia pun berharap besar kejadian itu menjadi peristiwa terakhir yang terjadi di sepakbola Indonesia.

โ€œHari ini sepakbola Indonesia sedang berduka. Saya ingin menyampaikan rasa duka cita yang sangat dalam untuk tragedi ini. Untuk keluarga dan kerabat yang ditinggalkan semoga kalian tetap diberikan kekuatan,โ€ ungkap Milla, di laman resmi Persib, Minggu (2/10/2022).

โ€œSaya tentu sangat bersedih atas tragedi ini. Saya berharap ini semua menjadi peristiwa terakhir yang terjadi di sepak bola Indonesia,โ€ tambah mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut.

Luis Milla ikut berduka atas kerusuhan yang terjadi di laga Arema FC vs Persebaya Surabaya

Seperti diketahui, tragedi Kanjuruhan menjadi peristiawa yang sangat kelam dalam sejarah sepakbola Indonesia. Peristiwa tersebut terjadi setelah laga antara Arema FC vs Persebaya Surabaya di pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 pada Sabtu 1 Oktober 2022 berakhir dengan skor 2-3 untuk kekalahan tuan rumah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun MNC Portal Indonesia, kronologis pada laga itu berawal dari suporter Arema FC, Aremania yang tak rela atas kekalahan tim kesayangannya. Setelah pertandingan usai, kerusuhan terjadi sejak pukul 21.58 WIB, saat para pemain Persebaya maupun Arema FC ingin memasuki ruang ganti.

Saat itu, para pendukung Arema yang tidak puas dengan hasil pertandingan melempari botol kepada para pemain. Dua menit kemudian, para pemain Arema FC menyusul berlari masuk ke ruang ganti. Saat itulah para pendukung mulai turun dari tribun menuju lapangan.

Kendati demikian, keributan yang terjadi di lapangan sontak berusaha diamankan pihak kepolisian. Akan tetapi, polisi tak bisa menghadang ribuan Aremania yang melakukan perlawanan cukup keras sehingga terjadi baku hantam. Alhasil, pihak kepolisian terpaksa harus menembakkan gas air mata.

Kericuhan Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan. (ANTARA/Ari Bowo Sucipto)

Akibatnya, korban jiwa berjatuhan, hingga kabarnya 125 nyawa melayang dalam informasi terakhir. Salah satu hal yang disoroti adalah ketika pihak kepolisian menembakkan gas air mata. Padahal, pihak FIFA sudah menegaskan jika gas air mata dilarang digunakan pada saat pertandingan.

Menurut laporan MNC Portal Indonesia, saat ini total ada 180 orang yang tengah dirawat di sejumlah rumah sakit di daerah Malang. Korban tersebar di RSUD Kanjuruhan, RS Wava Husada, RS Teja Husada, RSUD Saiful Anwar, dan beberapa rumah sakit di Kota Malang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini