Share

Berduka atas Tragedi di Stadion Kanjuruhan, Bobotoh Gelar Doa Bersama untuk Korban yang Meninggal Dunia

Andhika Khoirul Huda, MNC Portal · Minggu 02 Oktober 2022 22:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 02 49 2679297 berduka-atas-tragedi-di-stadion-kanjuruhan-bobotoh-gelar-doa-bersama-untuk-korban-yang-meninggal-dunia-3TWq0CkjCI.jpg Bobotoh gelar doa bersama di satu titik Kota Bandung (Foto: Okezone)

TRAGEDI kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya benar-benar menyita perhatian. Semua elemen masyarakat pun turut berduka atas kejadian tersebut.

Salah satunya Bobotoh, suporter Persib Bandung, yang diketahui menggelar doa bersama untuk para korban yang meninggal dunia. Hal itu diketahui dari video yang diunggah Instagram resmi PT Liga Indonesia Baru (LIB), @pt_lib, pada Minggu (2/10/2022).

Bobotoh 

Terlihat sekitar ratusan pendukung fanatik Pangeran Biru –julukan Persib- menggelar doa bersama. Adapun doa bersama di salah satu titik pusat Kota Bandung.

“Para Bobotoh menggelar doa bersama untuk mendoakan para korban yang wafat atau yang ikut terdampak dari peristiwa semalam di Stadion Kanjuruhan. Hatur Nuhun Bandung,” tulis PT LIB di keterangan video itu.

Dari rekaman gambar tersebut, terlihat Bobotoh kompak mengenakan kaus berwarna hitam. Mereka menyalakan lilin sebagai tanda penghormatan kepada para korban dari tragedi itu.

BACA JUGA:Turut Belasungkawa atas Tragedi Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Suporter di Jakarta Gelar Malam 1.000 Lilin

Sejumlah spanduk bertuliskan dukungan untuk para korban pun turut terlihat dibawa oleh para Bobotoh. Mereka berharap tidak ada lagi korban jiwa yang jatuh dalam sebuah laga sepakbola.

Para Bobotoh pun menundukkan kepala bersama ketika momen berdoa berlangsung. Suasana khitmad pun tercipta dalam momen tersebut.

Infografis

Sebelumnya, kerusuhan pecah di Stadion Kanjuruhan usai Arema FC takluk Persebaya Surabaya dengan skor 2-3 di Liga 1 2022-2023. Aremania yang tidak terima tim kesayangan mereka dikalahkan sang rival bebuyutan langsung menyerbu ke lapangan begitu laga usai.

Pihak keamanan pun mencoba mengontrol masa dengan melepaskan gas air mata ke tribun penonton. Namun, hal itu justru membuat ribuan penonton panic dan berdesakkan mencari jalan keluar.

Alhasil, banyak dari mereka yang terinjak-injak dan mengalami sesak napas. Bahkan, menurut keterangan resmi yang diberikan oleh pihak kepolisian, sejauh ini terdata 125 orang meninggal dunia akibat insiden tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini