Share

Turut Belasungkawa atas Tragedi Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Suporter di Jakarta Gelar Malam 1.000 Lilin

Nurul Amanah, Okezone · Minggu 02 Oktober 2022 22:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 02 49 2679290 turut-belasungkawa-atas-tragedi-kerusuhan-di-stadion-kanjuruhan-suporter-di-jakarta-gelar-malam-1-000-lilin-MI2tNYEBby.jpg Suporter di Jakarta gelar malam 1.000 lilin sebagai belasungkawa terhadap tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan (Foto: Nurul Amanah/MPI)

TURUT belasungkawa atas tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, para suporter di Jakarta gelar malam 1.000 lilin pada Minggu (2/10/2022). Momen yang menyayat hati itu diketahui melalui pantauan MNC Portal Indonesia di area Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Para suporter yang hadir, secara serentak menyalakan lilin seraya mengucap doa untuk korban tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu 1 Oktober 2022 malam WIB. Mereka juga menggaungkan kalimat yang menyentuh hati di acara tersebut.

Malam 1000 lilin di Jakarta 

"Di sini tidak ada perbedaan, kalaupun ada, hanya beda warna,” teriak para suporter serempak.

Kalimat itu terus digaungkan kala para supporter mulai memadati pintu 1 Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (2/10/2022) malam WIB. Malam 1.000 lilin itu diinisiasi oleh Kelompok suporter Timnas Indonesia Ultras Garuda.

Dalam acara itu, para suporter juga menabur bunga dan memanjatkan doa sebagai bentuk belasungkawa. Tak lagi membawa nama klub kebanggaan, mereka kompak bersatu muncul sebagai suporter Indonesia.

BACA JUGA:Liga Spanyol 2022-2023: Laga Espanyol vs Valencia Diawali Hening Cipta, Hormati Tragedi Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan 

Jika warna sebagai simbol klub kebanggaan yang selama ini selalu dimunculkan, kini warna itu tak berarti apa-apa. Tidak mencirikan identitas klub apapun.

Mereka datang dengan pakaian serba hitam dan membawa lilin, menanggalkan atribut kebanggaan, menghormati rekan-rekan dari Arema FC yang sedang berduka. Memanjatkan doa bagi korban Tragedi Kanjuruhan berserta keluarga yang ditinggalkan.

"Arema, Arema, Arema, kita di sini, Arema,” sahut suporter lainnya.

Malam 1000 lilin di Jakarta

Hanya chant itu yang terus menggema. Mengangkat lilin di tangan setinggi-tingginya, dengan meneriakkan AREMA sekencang-kencangnya. Seakan seluruh rivalitas hilang. Adu chant, adu atribut, adu mulut demi mendukung tim kebanggaan yang biasanya terjadi saat laga berlangsung, seketika sirna.

Tanggal 1 Oktober akan selalu diingat sebagai hari kelam bagi sepakbola Tanah Air. Di mana sejarah baru yang begitu buruk tercipta. Tapi satu yang pasti dan terkenang di hati bahwa kalimat "Tak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan nyawa", "Tak ada sepakbola seharga nyawa" terus terpatri karena itu harga mati.

Infografis

Diketahui sebelumnya, kerusuhan terjadi usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya di lanjutan pekan ke-11 Liga 1 2022-2023, Sabtu 1 Oktober 2022 malam WIB. Ketika itu ribuan Aremania langsung tumpah ruah ke lapangan Stadion Kanjuruhan setelah Arema FC menelan kekalahan 2-3 dari Persebaya.

Sampai saat ini, dari data yang dihimpun Polri ada 125 korban dari kerusuhan tersebut. Di sisi lain, Federasi Sepakbola Indonesia (PSSI) juga sudah mengambil langkah untuk melalukan investigasi terkait kasus ini. Sedangkan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator Liga, secara resmi memberhentikan Liga 1 2022-2023 dalam sepekan ke depan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini