Share

Banyak Korban Kericuhan Arema FC vs Persebaya Surabaya Masih Anak-Anak, Tangisan Orangtua Pecah di RSSA

Aan haryono, Koran Sindo · Minggu 02 Oktober 2022 14:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 02 49 2679137 banyak-korban-kericuhan-arema-fc-vs-persebaya-surabaya-masih-anak-anak-tangisan-orangtua-pecah-di-rssa-MhRHlXFmI0.jpg Momen kerusuhan terjadi pascalaga Arema FC vs Persebaya Surabaya. (Foto: ANTARA/Ari Bowo Sucipto)

MALANG - Sebanyak 129 orang dinyatakan meninggal dunia usai terjadi kericuhan di laga Arema FC vs Persebaya Surabaya yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan. Terlihat, beberapa korban masih berusia anak-anak.

Bahkan, jenazah yang dikirim ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) terdapat 17 jenazah yang didominasi anak-anak.

"Banyak yang masih anak-anak saat kami bawa jenazah ke RSSA," kata Bagio, tim ahli BPBD, Malang, Minggu (2/10/2022).

Tangis pun pecah ketika para orang tua mengetahui anaknya menjadi korban meninggal dunia ketika datang ke RSSA Malang. Para orang tua tersebut sudah khawatir sejak malam karena mencari keberadaan anaknya yang tak kunjung ada kabar sejak malam.

Kericuhan Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan. (ANTARA/Ari Bowo Sucipto)

Sampai saat ini, masih banyak orang tua yang datang ke RSSA untuk mencari keberadaan anak mereka yang belum diketahui kabarnya. Tentu kejadian ini menjadi luka yang mendalam bagi para orang tua tersebut yang awalnya telah mengizinkan sang anak untuk sekadar menonton sepakbola saja, justru itu menjadi ucapan terakhir mereka.

Tragedi di Stadion Kanjuruhan sendiri memang terbilang menjadi peristiwa sepakbola terkelam untuk Indonesia. Sejauh ini saja sudah ada 129 korban meninggal dunia yang sudah dikonfirmasi.

Insiden tersebut pun bermula dari kekalahan Arema yang menjamu Persebaya dengan skor 2-3 di pekan ke-11 Liga 1 2022-2023, Sabtu 1 Oktober 2022 malam WIB. Tak terima kekalahan itu, beberapa suporter pun turun ke lapangan.

Pihak keamanan langsung bertindak tegas dan gesekkan antara kedua belah pihak tak terhindarkan. Polisi lantas melepaskan gas air mata untuk merelai kerusuhan.

Lemparan gas air mata itu pun membuat para penonton di tribun menjadi panik karena membuat mata perih. Situasi pun semakin kacau karena mereka berusaha untuk mencari jalan keluar dengan berdesak-desakan.

Karena desak-desakan dan gas air mata itulah yang membuat banyak korban berjatuh. Tercatat sejauh ini ada 127 orang yang meninggal, dan hal tersebut menjadi yang terbanyak dalam sejarah peristiwa kelam sepakbola di Tanah Air.

5 Kerusuhan Paling Tragis dalam Sepakbola Dunia

Ada korban yang meninggal di stadion, ada juga yang menghembuskan nafasnya di rumah sakit.

Korban yang meninggal di rumah sakit mayoritas nyawanya tak tertolong karena sudah dalam kondisi memburuk setelah kerusuhan yang terjadi. Mereka mayoritas menjalani sesak napas dan terjadi penumpukan sehingga terinjak-injak karena panik akibat tembakan gas air mata.

"Mereka pergi keluar ke satu titik di pintu keluar, kalau enggak salah itu 10 atau pintu 12. Kemudian terjadi penumpukan di dalam proses penumpukan itulah terjadi sesak nafas, kekurangan oksigen, yang oleh tim medis dan tim pergabungan ini dilakukan upaya penolongan yang ada di dalam stadion," ungkap Kapolda Jawa Timur Irjen Pol, Nico Afinta saat memberikan keterangannya di Mapolres Malang, Minggu (2/10/2022).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini