Share

Tragedi Berdarah Arema FC vs Persebaya Surabaya Tewaskan 153 Orang, Bima Sakti Akui Terpukul

Andri Bagus Syaeful , MNC Portal · Minggu 02 Oktober 2022 12:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 02 49 2679090 tragedi-berdarah-arema-fc-vs-persebaya-surabaya-tewaskan-153-orang-bima-sakti-akui-terpukul-fflZlaPMSa.jpg Pelatih Timnas Indonesia U-17, Bima Sakti ikut berduka dengan insiden Arema FC vs Persebaya. (Foto: PSSI)

BOGOR - Pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-17, Bima Sakti terpukul mendengar adanya korban jiwa akibat kerusuhan yang terjadi di laga Arema FC vs Persebaya Surabaya pada Sabtu 1 Oktober 2022. Ia pun berharap kejadian tersebut jadi yang terakhir kalinya dan untuk itu ia mau setiap pihak belajar agar kejadian yang sama tidak terulang di masa depan.

Sebagaimana diketahui, insiden berdarah itu terjadi saat Arema FC melawan Persebaya di pekan ke-11 Liga 1 2022-2023. Dalam laga itu tim berjuluk Singo Edan kalah 2-3 dari Persebaya.

Setelah pertandingan itu kerusuhan pecah. Lantaran, suporter Arema FC merangsek ke dalam lapangan sehingga pihak kepolisian terpaksa menembakkan gas air mata.

Kericuhan Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan. (ANTARA/Ari Bowo Sucipto)

Tidak hanya itu, kerusuhan berlanjut di area luar stadion Kanjuruhan. Informasi terakhir yang MNC Portal Indonesia (MPI) peroleh ada sebanyak 153 korban meninggal dunia karena insiden ini.

Bima Sakti mengatakan cukup bersedih dengan adanya insiden itu. Sebab, menjadi catatan kelam dalam dunia sepak bola Indonesia.

"Kami keluarga besar Timnas Indonesia U-16 turut berduka cita. Ke depan semoga sepakbola Indonesia lebih baik lagi," kata Bima Sakti, Minggu (2/10/2022).

Mantan pemain Timnas Indonesia itu mengatakan berbagai evaluasi harus segera dilakukan oleh berbagai pihak yang terlibat. Tujuannya agar insiden serupa tidak lagi terulang.

Kericuhan Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan. (ANTARA/Ari Bowo Sucipto)

"Semoga ini menjadi pembelajaran untuk kami semuanya, khususnya suporter dan berbagai pihak" katanya.

Diketahui, 153 korban tersebut membuat insiden Arema vs Persebaya menjadi peristiwa sepakbola paling mematikan di dunia. Hal itu dikarenakan korban yang meninggal sangat banyak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini