Share

5 Kerusuhan Paling Tragis dalam Sejarah Sepakbola, Laga Arema FC vs Persebaya Surabaya yang Berujung 127 Orang Meninggal Dunia Termasuk!

Ramdani Bur, Okezone · Minggu 02 Oktober 2022 06:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 02 49 2678978 5-kerusuhan-paling-tragis-dalam-sejarah-sepakbola-laga-arema-fc-vs-persebaya-surabaya-termasuk-SC9nFabGE3.jpg Berikut 5 kerusuhan paling tragis dalam sejarah sepakbola. (Foto: Avirista Midaada/MNC Portal Indonesia)

SEBANYAK 5 kerusuhan paling tragis dalam sejarah sepakbola akan dibahas dalam artikel ini. Semalam, kerusuhan pecah di Stadion Kanjuruhan, Kepanjang, Malang. Setelah laga Arema FC vs Persebaya Surabaya berakhir 3-2 untuk tim tamu, sejumlah suporter Arema FC turun ke lapangan.

Untuk menghalau turunnya suporter ke lapangan, petugas keamanan menyemprotkan gas air mata. Dari sinilah terjadinya huru-hara hingga menyebabkan 127 orang meninggal dunia (data hingga Minggu, 2 Oktober 2022 pukul 05.30 WIB).

Kerusuhan laga Arema FC vs Persebaya Surabaya pun masuk ke dalam kerusuhan paling tragis dalam sepakbola. Lantas, apa saja kerusuhan paling mencekam yang lain?

Berikut 5 kerusuhan paling tragis dalam sejarah sepakbola:

5. Kerusuhan di Port Said (1 Februari 2012, 79 Orang Meninggal Dunia)

Port Said

Kerusuhan di Stadion Port Said terjadi pada 1 Februari 2012. Saat itu, dua klub asal Mesir, Al Masry dan Al Ahly bertemu di lanjutan Liga Mesir. Singkat kata, Al Ahly menang 3-1 atas tim tuan rumah.

Hasil itu membuat suporter tuan rumah tidak terima. Mereka menyerang suporter tim tamu menggunakan pisau, botol hingga pedang. Alhasil, 79 orang meninggal dunia dan 1000 orang terluka akibat insiden ini.

4. Tragedi Hillsborough (15 April 1989, 96 Orang Meninggal Dunia)

Tragedi Hillsborough

Merupakan tragedi terkelam yang pernah terjadi di Tanah Inggris. Saat itu, Liverpool menghadapi Nottingham Forrest di semifinal Piala FA 1988-1989.

Sayangnya, tribun Stadion Hillsborough gagal menampung puluhan ribu suporter Liverpool yang datang melebihi batas kapasitas. Kabarnya, suporter Liverpool yang datang melebihi kapasitas yang sudah ditentukan. Akibatnya, 96 orang meninggal dunia dan 776 orang luka-luka.

3. Kerusuhan di Ghana (9 Mei 2001, 126 Orang Meninggal Dunia)

Kerusuhan Ghana

Sebanyak 126 orang meningggal dunia dalam kerusuhan yang tersaji di Accra Sports, Stadium, Ghana. Saat itu, digelar laga yang mempertemukan Hearts of Oak dan Asante Kotoko.

Karena penonton tidak patuh, polisi menembakkan gas air mata. Akibatnya, sebanyak 70.000 penonton yang berada di tribun stadion mencari jalan keluar stadion yang mengakibatkan banyak suporter terinjak-injak. Akibatnya, sebanyak 126 orang meninggal dunia.

2. Laga Arema FC vs Persebaya Surabaya (1, Oktober 2022, 127 Orang Meninggal Dunia)

Arema FC vs Persebaya Surabaya

Sebanyak 127 orang meninggal dunia dalam kerusuhan yang terjadi kelar laga Arema FC vs Persebaya Surabaya. Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta, pun mengungkap kronologi terjadinya kerusuhan.

โ€Para penonton turun ke tengah lapangan, dan berusaha mencari para pemain untuk menanyakan kenapa sampai kalah, atau melampiaskan. Karena itu, pengamanan melakukan upaya-upaya pencegahan, dan melakukan pengalihan supaya mereka tidak masuk ke dalam lapangan," ucap Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta saat berada di Mapolres Malang, pada Minggu dini hari (2/10/2022).

"Dari 40.000 penonton yang hadir, kurang lebih tidak semuanya anarkis tidak semuanya kecewa, hanya sebagian yaitu sekitar 3 ribuan yang masuk turun ke tengah lapangan. Sedangkan yang lainnya tetap mereka yang di atas," lanjut Nico.

1. Tragedi di Stadion Nasional Peru (24 Mei 1964, 318 Orang Meninggal Dunia)

Stadion Nasional Peru

Sebanyak 318 orang meninggal dunia dan ini merupakan kerusuhan paling tragis dalam sejarah sepakbola. Saat itu, digelar Kualifikasi Olimpiade 1956 yang mempertemukan tuan rumah Peru vs Argentina.

Awalnya laga berlangsung sengit. Namun, semuanya berubah setelah wasit menganulir gol yang dibuat Peru.

Alhasil, fans Peru menggila dan memulai kerusuhan. Akibatnya, 318 orang meninggal dunia dan mengakibatkan 500 orang luka-luka.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini