Share

Penggunaan Gas Air Mata di Laga Arema FC vs Persebaya Surabaya Langgar Aturan FIFA

Rivan Nasri Rachman, Okezone · Minggu 02 Oktober 2022 06:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 02 49 2678971 penggunaan-gas-air-mata-di-laga-arema-fc-vs-persebaya-surabaya-langgar-aturan-fifa-FcVzLMr2Tp.jpg Momen gas air mata ditembakkan di Stadion Kanjuruhan pada laga Arema FC vs Persebaya Surabaya. (Foto: Avirista Midaada/MPI)

MALANG โ€“ Gas air mata disebut-sebut sebagai alasan utama banyaknya korban berjatuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, dalam laga Arema FC vs Persebaya Surabaya. Padahal, gas air mata sangat diharamkan di dunia sepakbola lantaran FIFA sudah melarang penggunaan benda tersebut.

Kericuhan terjadi dalam laga Arema vs Persebaya yang berakhir dengan skor 2-3 untuk kekalahan tuan rumah di pekan ke-11 Liga 1 2022-2023, Sabtu 1 Oktober 2022 malam WIB. Semua berawal dari penonton Arema yang mencoba masuk ke lapangan karena kecewa timnya tumbang.

Petugas keamanan berusaha untuk mengontrol situasi yang tidak kondusif itu. Gas air mata pun mereka lontarkan ke arah tribun penonton.

127 korban meninggal pascalaga Arema FC vs Persebaya Surabaya (Aviristia Midaada/MPI)

Penggunaan gas air mata yang dilakukan petugas keamanan jelas telah melanggar aturan FIFA. Dalam aturan FIFA soal pengamanan dan keamanan stadion alias FIFA Stadium Safety and Security Regulations, tertuang poin penggunaan gas air mata dilarang.

, tertulis bahwa gas air mata tidak boleh dipakai.

โ€œsenjata api atau gas pengendali massa (gas air mata) tidak diboleh dibawa atau digunakan,โ€ bunyi pasal 19 b di aturan FIFA soal pengamanan dan keamanan stadion, Minggu (2/10/2022).

Lalu, imbas dari emparan gas air mata itu pun membuat para penonton di tribun menjadi panik karena membuat mata perih. Situasi pun semakin kacau karena mereka berusaha untuk mencari jalan keluar dengan berdesak-desakan.

Karena desak-desakan dan gas air mata itulah yang membuat banyak korban berjatuh. Tercatat sejauh ini ada 127 orang yang meninggal, dan hal tersebut menjadi yang terbanyak dalam sejarah peristiwa kelam sepakbola di Tanah Air.

"Dalam kejadian tersebut telah meninggal 127 orang, dua diantaranya anggota Polri, dan 125 yang meninggal di stadion ada 34 (orang)" ujar Kapolda Jawa Timur Irjen Pol, Nico Afinta saat memberikan keterangannya di Mapolres Malang, Minggu (2/10/2022).

127 korban meninggal pascalaga Arema FC vs Persebaya Surabaya (Aviristia Midaada/MPI)

Korban yang meninggal di rumah sakit mayoritas nyawanya tak tertolong karena sudah dalam kondisi memburuk setelah kerusuhan yang terjadi. Mereka mayoritas menjalani sesak napas dan terjadi penumpukan sehingga terinjak-injak karena panik akibat tembakan gas air mata.

"Mereka pergi keluar ke satu titik di pintu keluar, kalau enggak salah itu 10 atau pintu 12. Kemudian terjadi penumpukan di dalam proses penumpukan itulah terjadi sesak nafas, kekurangan oksigen, yang oleh tim medis dan tim pergabungan ini dilakukan upaya penolongan yang ada di dalam stadion," tutup Nica Afinta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini