Share

Cerita Kiper Timnas Indonesia U-20 Aditya Arya, dari Malang hingga ke Piala Asia U-20 2023

Avirista Midaada, Okezone · Kamis 22 September 2022 13:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 22 51 2672724 cerita-kiper-timnas-indonesia-u-20-aditya-arya-dari-malang-hingga-ke-piala-asia-u-20-2023-TtytdfO9oZ.jpg Aditya Arya Nugraha, kiper Timnas Indonesia U-20 (Foto: MPI/Avirista Midaada)

CERITA kiper Timnas Indonesia U-20 Aditya Arya akan dibahas di sini. Aditya Arya merupakan kiper pilihan kedua untuk pelatih Shin Tae-yong di Timnas Indonesia U-20, yang baru saja memastikan diri tampil di Uzbekistan tahun depan untuk ajang Piala Asia U-20 2023.

Aditya Arya mendapatkan kesempatan untuk tampil pada pertandingan kedua kontra Hong Kong, setelah Cahya Supriadi mengalami cedera. Pemain kelahiran Desa Sumberpasir, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang itu pun menjadi starter untuk pertandingan penutup kualifikasi kontra Vietnam, dan sukses membantu Garuda Muda menang dengan skor 3-2 serta lolos ke putaran final Piala Asia U-20 2023.

Cahya Supriadi
Cahya Supriadi, kiper yang digantikan Aditya Nugraha

Ditemui di rumahnya Aditya mengaku tak ingin menyia-nyiakan kesempatan usai penjaga gawang utama Cahya Supriadi mengalami cedera. Penjaga gawang yang memperkuat Persebaya Surabaya ini pun berhasil menggagalkan beberapa peluang yang didapat pemain Hong Kong.

Di balik cerita suksesnya mengantarkan Timnas Indonesia U-20 lolos Piala Asia, ternyata pemain bertinggi 183 sentimeter awalnya tak menempati posisi sebagai penjaga gawang semasa kecil. Ya, saat anak-anak Aditya berada di posisi stopper saat memperkuat tim Sekolah Sepakbola (SSB).

“Dulu waktu di SSB (sekolah sepak bola), saya itu jadi pemain biasa, jadi stopper saat itu,” ucap Aditya saat ditemui di rumahnya, pada Kamis (22/9/2022).

Kariernya menjadi pesepakbola muda pun terhitung tak tergolong mulus dan harus bersaing dengan banyak anak muda lainnya untuk menjalani seleksi pendidikan di sekolah sepakbola Malang.

“Kalau dulu aku waktu SD itu ikut di Tumpang FC, ya saat itu saya masih main jadi stopper, lalu pindah ke Porma FC yang di Velodrome (Sawojajar) seingat saya SMP,” kata anak pasangan Imanulah dan Ratih Yufiningrat.

Beberapa kali pindah sekolah sepakbola untuk memperdalam olah bolanya, bakatnya terpantau oleh seorang pelatih. Dari sanalah kata Aditya, posisinya berubah dari stopper menjadi seorang penjaga gawang. Apalagi saat itu dikatakannya didukung dengan postur tubuh yang tinggi serta memiliki potensi besar.

Aditya Arya

“Ya awalnya disuruh jadi kiper itu coba-coba, tapi ternyata kok nyaman, dan sampai sekarang Alhamdulillah jodohnya di posisi kiper,” beber Aditya.

Umur bertambah ternyata membuat bakar Aditya kian mentereng. Bahkan nama Aditya direkomendasikan oleh seorang pemandu bakat sepakbola untuk masuk di Aji Santoso International Football Academy (ASIFA).

Perlahan tapi pasti karier Aditya Arya Nugraha terus memanjak, terbaru bakatnya membuat Aji Santoso kepincut dan memutuskan merekrut pemain berusia 18 tahun bergabung ke Persebaya Surabaya.

“Saat ikut ASIFA saya dipantau coach Aji, lalu saya diajak untuk gabung Persebaya. Dan saat ini saya dikontrak selama tiga tahun,” ungkap alumni SMPN 1 Pakis ini.

Karakter Aditya yang kalem dan pendiam nyatanya berbanding 180 derajat di lapangan. Alhasil Aditya pun mendapat kesempatan dipanggil Timnas Indonesia U-20 bersama Shin Tae-yong.

"Setelah gabung Persebaya, saya lalu dapat panggilan ke Timnas Indonesia U-20 bersama coach Shin Tae-yong,” ujar pengagum dari kiper Real Madrid Thibaut Courtois itu.

Sosoknya menjadi pemain terakhir yang begitu heroik dan sibuk melindungi gawang Timnas Indonesia U-20 ini. Puncaknya ketika laga melawan Vietnam di matchday terakhir grup F ketika ia harus berjibaku mengamankan gawangnya.

Timnas Indonesia U-20

Kendati sempat kebobolan dua gol saat melawan Vietnam, ia bangga akhirnya menggoreskan prestasi kemenangan 3-2 atas Vietnam sekaligus membawa Indonesia lolos Piala Asia U-20 tahun 2023 di Uzbekistan.

“Senang dan bangga ikut bela Tanah Air, memang ini cita-cita dari kecil. Dari ribuan orang yang seleksi saya ikut terpilih, apalagi bisa bantu Indonesia lolos ke Piala Asia,” pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini