Share

Inilah Asal Usul Offside dalam Sepak Bola

Zseztar Juvendhitama, Okezone · Sabtu 17 September 2022 10:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 17 51 2669403 inilah-asal-usul-offside-dalam-sepak-bola-cCtr25VbJR.jpg Wasit memberikan isyarat terjadinya pelanggaran (Foto: REUTERS)

INILAH asal usul offside dalam sepak bola yang akan dibahas pada artikel ini. Offside dalam sepak bola menjadi salah satu ikon yang begitu krusial di setiap pertandingan.

Tak jarang peraturan ini selalu muncul dengan berbagai kontroversi. FIFA sebagai badan tertinggi sepak bola di dunia sudah mencoba berbagai cara untuk mengatasi apa saja kesalahan wasit ketika memberikan hukuman offside kepada suatu tim.

Offside

Banyaknya keputusan diambil semenjak ditambahnya asisten wasit sampai terbaru munculnya teknologi video assistant referee (VAR). Walau begitu, datangnya beberapa inovasi tersebut belum bisa menghilangkan keputusan-keputusan kontroversi, khususnya offside.

Dalam pertandingan sepak bola jika seorang pemain berada lebih dekat dengan garis gawang lawan dari bola, maka akan mendapat hukuman offside. Offside mempunyai arti pelanggaran yang di mana posisi pemain penyerang berada di posisi yang lebih dekat ke gawang lawan dibanding pemain bertahan lawan sebelum bola dioper oleh teman satu timnya.

BACA JUGA:Cetak 2 Gol saat Persib Bandung Menang 5-2 Lawan Barito Putera, Ciro Alves Ucapkan Terima Kasih

Peraturan offside pun sudah diatur dengan Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) atas regulasi dalam Laws of the Game. Mengambil dari laman resmi Olympic, offside pertama kali dipakai pada tahun 1883 oleh Federasi Sepak Bola Inggris (FA) dan ditetapkan oleh mereka.

Pada akhir tahun 1863, aturan offside pertama kali ditetapkan pada permainan sepak bola. Pada awal aturan ini dicoba, seorang pemain akan terkena offside apabila ada tiga pemain (termasuk kiper) lawan di depannya.

Peraturan ini mengalami perubahan pada tahun 1952. Saat itu, seorang pemain akan terkena offside apabila terdapat dua pemain belakang lawan termasuk kiper yang menunggu di depannya.

Offside

Lagi dan lagi, peraturan offside mengalami perubahan kembali pada tahun 1990-an tepatnya di tahun 1995 oleh FIFA dan IFAB. Offside kala itu berlaku bagi pemain yang di depannya cuma ada satu pemain (biasanya kiper, tetapi bisa juga pemain lain). 

Perubahan tersebut membuat aturan menjadi sedikit lebih longgar, sebab, pemain bisa bebas dari offside apabila tidak terlibat dalam permainan. Tahun 2003, FIFA telah membuat peraturan tambahan tentang offside yang lebih santai (pembagian aktif dan pasif).

Jika seorang penyerang berada di posisi offside, belum benar-benar dinyatakan offside. Melainkan, FIFA juga memberikan pembebasan offside pada saat situasi tendangan sudut, tendangan gawang, lemparan ke dalam, dan saat pemain berada di setengah wilayah lapangan timnya sendiri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini