Share

Kisah 5 Pesepak Bola Top Indonesia yang Berjuang dari Nol, Nomor 1 Sampai Ditipu Pencari Bakat Gadungan

Destriana Indria Pamungkas, Jurnalis · Kamis 30 Juni 2022 17:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 30 51 2621277 kisah-5-pesepak-bola-top-indonesia-yang-berjuang-dari-nol-nomor-1-sampai-ditipu-pencari-bakat-gadungan-Mj0fTlB8Ls.jpg Berikut 5 pesepak bola top Indonesia yang berjuang dari nol. (Foto: REUTERS/Chalinee Thirasupa)

SEBANYAK kisah 5 pesepak bola top Indonesia yang berjuang dari nol akan dibahas dalam artikel ini. Memiliki cita-cita yang tinggi memang sepatutnya harus diperjuangkan sekuat tenaga.

Begitu juga dengan 5 pemain sepakbola yang akan dibahas di bawah ini. Di tengah segala keterbatasan yang dialami, mereka mau berjuang dari nol untuk menggapai mimpinya. Satu hal yang pasti, perjuangan tidak akan mengkhianati hasil.

Terbukti, kini mereka tumbuh sebagai pesepakbola papan atas di Tanah Air. Lantas, siapa saja pesepakbola yang dimaksud?

Berikut kisah 5 pesepak bola top Indonesia yang berjuang dari nol:

5. Saddil Ramdani

Saddil Ramdani

Nama Saddil Ramdani tentu sudah tidak asing lagi dalam jagad sepakbola Indonesia. Pria kelahiran Raha, Sulawesi Tenggara ini pernah jatuh bangun dalam membangun impiannya sebagai pesepakbola top.

Saddil Ramdani bahkan pernah hampir putus sekolah karena keterbatasan biaya. Namun, ia terus berusaha untuk bisa bersekolah dan di saat bersamaan tetap berlatih sepakbola. Kala itu, Saddil Ramdani bahkan harus berjualan bambu agar bisa membeli sepatu bola.

Karena perjuangannya yang gigih inilah, Saddil Ramdani tumbuh sebagai salah satu pesepakbola top Tanah Air. Ia sekarang berstatus pemain andalan klub Malaysia, Sabah FC, dan juga Timnas Indonesia asuhan Shin Tae-yong.

4. Egy Maulana Vikri

Egy Maulana Vikri

Mesin gol milik Shin Tae-yong ini pernah hampir mengubur impiannya menjadi pemain sepakbola karena keterbatasan biaya. Kala itu ia sering didatangi oleh para pencari bakat. Sayangnya, nominal yang diminta begitu besar (untuk mengorbitkan Egy) membuat orangtua Egy tak mampu membayarnya.

Egy mengaku sempat putus asa karena hal tersebut. Namun, di tengah keputusasaan ini, Egy bertemu dengan Subagja. Subagja Suhian bisa dibilang salah satu sosok yang menemukan bakat Egy kecil. Subagja yang akhirnya merekomendasikan Egy ke Direktur Teknik PSSI saat ini, Indra Sjafri, untuk melihat skill olah bola sang anak didik pada 2012.

Tidak sampai di situ, Subagja juga yang meyakinkan kedua orangtua Egy untuk melepas sang anak ke Jakarta. Pada kelas 2 sekolah menengah pertama (SMP), Egy pun dibawa Subagja dari Medan ke Jakarta untuk menjalani seleksi di Pusat Pembinaan dan Latihan olahraga Pelajar (PPLP) Ragunan, hingga akhirnya lolos dan kini membela Timnas Indonesia U-19.

Singkat kata, Egy Maulana Vikri kini tercatat sudah pernah membela dua klub Eropa, yakni Lechia Gdansk (Polandia) dan FK Senica (Slovakia). Ia juga pemain andalan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia.

3. Ramdani Lestaluhu

Ramdani Lestaluhu

Pesepakbola yang satu ini dulunya lahir dan tumbuh di tengah wilayah konflik agama. Karena prihatin akan hal tersebut, Sani Tawinella datang untuk mengajak anak-anak asal Tulehu untuk bermain bola di lapangan dan sesekali bermain di pantai. Ramdani Lestaluhu termasuk ke dalam salah satu anak-anak tersebut.

Kala itu, anak-anak Talehu begitu sulit untuk membeli sepatu bola. Atas kegigihan Ramdani Lestaluhu dalam bermain sepakbola, ia berhasil masuk ke dalam klub Persija Jakarta di usia yang masih sangat muda, yakni 16 tahun (2007). Setelah kurang lebih 15 tahun membela Persija Jakarta, Ramdani Lestaluhu hengkang ke Bali United jelang Liga 1 2022-2023.

2. Evan Dimas Darmono

Evan Dimas

Pria kelahiran 13 Maret 1995 ini telah jatuh cinta dengan dunia sepakbola sejak ia berusia 4 tahun. Sayangnya, kala itu sang ibu melarang Evan Dimas untuk masuk ke Sekolah Sepak Bola (SSB).

Bahkan saat itu ayah Evan Dimas harus berjuang keras menjual sayur keliling demi bisa membelikan sepatu bola bagi Evan Dimas. Kini, Evan Dimas tercatat sebagai pemain andalan Arema FC dan langganan membela Timnas Indonesia. Namanya mencuat ketika menjadi kapten dan membawa Timnas Indonesia U-19 juara Piala AFF U-19 2013.

1. Mochammad Supriadi

mochammad Supriadi

Pria asal Surabaya ini adalah salah satu pemain yang membawa Timnas Indonesia U-16 menjuarai AFF U-16 2018. Sebelum menjadi seorang pemain sepakbola, Mochammad Supriadi ternyata pernah mengalami masa sulit.

Ia berasal dari keluarga yang kurang mampu. Mimpinya menjadi pemain sepak boal benar-benar ia perjuangkan. Hingga suatu ketika ia pernah tertipu Rp1,8 juta kepada oknum pencari bakat. Setelah menyetor uang, ia pergi ke Jakarta.

Sesampainya di Jakarta, Supriadi malah terkatung-katung. Ia bahkan harus menjual sepatu dan bajunya demi bertahan hidup. Di tengah kesengsaraan ini, salah satu teman Supriadi membawanya bergabung dengan SSB Bina Taruna. Dari situlah Muhammad Supriadi akhirnya bisa bermain bersama Timnas Indonesia dan menjadi kebanggaan. Saat ini Supriadi tercatat sebagai pemain Persebaya Surabaya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini