Share

Penyebab Real Madrid Tumbang 0-1 dari Athletic Bilbao di Perempatfinal Copa del Rey 2021-2022

Ilham Sigit Pratama, MNC Portal · Jum'at 04 Februari 2022 11:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 04 46 2542260 penyebab-real-madrid-tumbang-0-1-dari-athletic-bilbao-di-perempatfinal-copa-del-rey-2021-2022-CbH6OR7M8J.jpg Carlo Ancelotti pelatih Real Madrid (Foto: Reuters)

PELATIH Real Madrid, Carlo Ancelotti, menjadikan absennya Karim Benzema sebagai alasan utama kekalahan 0-1 timnya dari Athletic Bilbao pada perempatfinal Copa Del Rey musim 2021-2022 di Stadion San Mames, Jumat (4/2/2022) dini hari WIB.

Pria berkebangsaan Italia itu menyebut bahwa Real Madrid tidak memiliki penyerang setajam Karim Benzema sehingga kesulitan membobol gawang sang lawan.

Real Madrid vs Athletic Bilbao

Real Madrid telan kekalahan dari Athletic Bilbao (Foto: REUTERS/Vincent West)

Sebagaimana diketahui, gol telat Alejandro Berenguer pada menit 89 memupus harapan El Real –julukan Real Madrid- untuk menjuarai Copa Del Rey musim ini. Hasil itu turut menyusul jejak rivalnya, Barcelona, yang sudah tersingkir lebih awal usai kalah dari tim yang sama di babak 16 besar.

 Pada laga itu, Karim Benzema memang tidak memperkuat skuad Real Madrid. Pemain asal Prancis itu masih menjalani masa pemulihan dari cedera otot kaki.

Carlo Ancelotti pun terpaksa memasang Marco Asensio sebagai penyerang lubang, dibantu oleh Rodrygo dan Vinicius Junior di sisi sayap. Ancelotti kemudian menukar Vinicius dengan Isco untuk menambah daya gedor. Namun, Real Madrid tetap gagal mencetak gol.

Pelatih berusia 62 tahun itu pun kesal. Eks nahkoda Chelsea dan AC Milan itu merasa tidak ada yang penyerang sebaik dan setajam Benzema di skuadnya.

“Kami tidak bermain dengan kualitas penyerang tengah yang luar biasa, tidak ada penyerang sebaik Karim (Benzema), dia benar-benar bisa membantu kami menguasai bola,” kata Carlo Ancelotti dilansir laman resmi klub, Jumat (4/2/2022).

Dirinya tidak bisa menutupi rasa kecewanya. Padahal ia begitu berharap pada Isco dan Asensio yang didapuk sebagai pelapis Benzema.

“Isco dan Asensio seharusnya bisa membantu kami dalam hal itu, tetapi kami tidak bisa mengubah rencana, kami membangun serangan dari belakang, tetapi Bilbao terus menekan dengan baik,” sambungnya.

Karim Benzema

Lebih lanjut, Ancelotti pun kehilangan cara agar timnya keluar dari gaya bermain Bilbao. Menurutnya, tekanan tinggi yang diterapkan pelatih Marcelino Garcia Toral sangat menyulitkan timnya dalam mengembangkan permainan.

“Itu menyulitkan kami untuk membuat peluang yang jelas. Bilbao menekan sangat tinggi dan mereka membuat keadaan menjadi lebih sulit,”keluhnya. Ia begitu yakin jika pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu, timnya bisa saja menang.

“Kami memiliki sedikit keunggulan andai laga berlanjut ke babak perpanjangan waktu, karena mereka telah melakukan banyak permainan fisik. Sayangnya mereka mencetak gol dan kami tersingkir,” tandasnya.

(HTH)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini