Share

Sepakbola Indonesia Banyak Negatifnya, Bonek Dorong Ada Revolusi di PSSI

Avirista Midaada, Jurnalis · Rabu 19 Januari 2022 16:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 19 49 2534643 sepakbola-indonesia-banyak-negatifnya-bonek-dorong-ada-revolusi-di-pssi-jSABaCvXpO.jpg Bonek dorong ada revolusi di PSSI. (Foto: Instagram/@grennord.27)

PERWAKILAN suporter Persebaya Surabaya (Bonek), Husin Ghozali, menampar keras Federasi Sepakbola Indonesia, PSSI. Koordinator Green Nord 27 itu mengatakan perlu ada perubahan masif di PSSI demi perbaikan prestasi sepakbola Tanah Air.

Ia menegaskan, Bonek sebagai bagian dari suporter dan elemen sepakbola Indonesia siap diajak berbicara demi perbaikan persepakbolaan Indonesia lebih baik ke depan. Tetapi, ia meminta jangan hanya Bonek saja, melainkan seluruh elemen stakeholder sepakbola duduk bersama.

Logo PSSI

(Bonek menilai perlu ada perubahan masif di PSSI. (Foto: PSSI)

"Kita kapan pun siap untuk perbaikan sepakbola Indonesia ke arah yang lebih baik, artinya kita itu bukan martil, tapi ayo bareng-bareng,” kata Husin Ghozali saat dihubungi Okezone, Rabu (19/1/2022).

“Semua stakeholder, suporter, insan bola, semua elemen masyarakat yang peduli sepakbola, jangan asal Bonek saja, ayo bareng-bareng, artinya Bonek siap kapan pun itu, memang semua untuk kebaikan sepakbola Indonesia, ayo bareng," pria yang biasa disapa Cak Conk tersebut.

Selain itu, Cak Conk menilai PSSI hanya menjadikan tim-tim sebagai sapi perah untuk mencari pundi-pundi uang denda. Namun, ketika diminta mengatur sistem sepakbola untuk lebih baik, tampaknya masih jauh dari harapan.

BACA JUGA: Haruna Soemitro Serang Shin Tae-yong, Bonek: Prestasi Haruna untuk Sepakbola Indonesia Itu Apa?

Ia mencontohkan bagaimana gelaran Liga 1 2021-2022 yang digelar dengan sistem bubble, dinilai banyak kekurangan. Kinerja wasit juga dinilai Cak Conk jauh dari harapan.

"Kalau lihat dari federasi terus terang busuk, tidak mencerminkan apa itu federasi yang sehat. Contohnya saja pergelaran Liga 1 dari seri ke seri bubble seri ini, dari Jakarta sampai Bali ke mana-mana perangkat pertandingan saja sudah membuat masalah semua, mulai dari wasit panpel itu bermasalah, dia yang membuat regulasi dia (PSSI) yang melanggar," bebernya.

Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya

(Duel Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya di Liga 1 2021-2022)

"Tapi kalau klub yang melanggar atau yang lain, langsung didenda. Klub dijadikan layaknya ATM berjalan mereka. Karena itu, kita suporter ayo bareng-bareng (dorong adanya perubahan di PSSI), jangan asal Bonek saja. Kalau hanya mengandalkan Bonek saja ini Indonesia bukan hanya Bonek," lanjut Cak Conk.

Menarik menanti respons suporter sepakbola Tanah Air melihat ajakan di atas. Perbaikan ke arah yang lebih baik memang wajib dilakukan demi meroketnya prestasi sepakbola Tanah Air yang minim prestasi.

Di level regional saja, Timnas Indonesia terakhir kali menjadi juara di level senior pada SEA Games 1991 atau 31 tahun yang lalu! Saat itu di SEA Games 1991, pemain yang turun masih kategori senior bukan U-23. Baru pada SEA Games 2001, level U-23 dipertandingkan untuk cabang olahraga sepakbola.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini