Share

Usai Piala AFF 2020, 45 Pemain Laos Dilarang Bermain Seumur Hidup oleh FIFA karena Terlibat Match Fixing

Ramdani Bur, Okezone · Selasa 11 Januari 2022 05:46 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 11 51 2530238 usai-piala-aff-2020-45-pemain-laos-dilarang-bermain-seumur-hidup-oleh-fifa-karena-terlibat-match-fixing-vjBJXvVV7q.jpg Sebanyak 45 pemain Laos dilarang bermain seumur hidup oleh FIFA karena terlibat match fixing. (Foto: Twitter/@FAM_Malaysia)

SEBANYAK 45 pemain Laos dilarang bermain seumur hidup oleh FIFA karena terlibat match fixing. Apakah ini ada kaitannya dengan adanya dugaan Laos terlibat match fixing di Piala AFF 2020?

Sebelumnya, akun Twitter bernama Oriental Gambler menyebut adanya match fixing di matchday kedua Grup B Piala AFF 2020 yang mempertemukan Laos vs Malaysia. Dalam laga tersebut, Malaysia menang meyakinkan 4-1 atas Laos.

Timnas Malaysia

(Malaysia saat menang 4-1 atas Laos)

“Sangat jelas bahwa hasil pertandingan telah diatur dengan Laos menjual pertandingan ke Malaysia. Anda (penyelenggara) harus memulai penyelidikan, ini terjadi di Singapura,” kata seorang pengguna akun Twitter yang menggunakan nama Oriental Gambler.

Setelah itu, muncul juga tudingan bahwa pemain-pemain Laos sengaja mengalah saat mereka tumbang 1-5 dari Timnas Indonesia di laga ketiga mereka. Meski begitu, pemain-pemain yang dihukum ini bukan yang terlibat di Piala AFF 2020.

Menurut Sekjen Federasi Sepakbola Laos (LFF) yakni Kanya Keomany, menyebut 45 pemain yang dihukum ini telah melakukan match fixing selama bertahun-tahun. Ia pun sangat meyayangkan kasus ini.

BACA JUGA: 5 Kejeniusan Shin Tae-yong Bersama Timnas Indonesia, Nomor 1 Urusan Taktik

“Jumlah pemain yang dilarang bermain seumur hidup oleh FIFA, telah terjadi selama bertahun-tahun di berbagai turnamen. Efeknya pun berdampak negatif kepada kami saat memilih pemain untuk dipanggil ke Timnas Laos untuk mengarungi berbagai turnamen regional dan internasional,” kata Kanya Keomany dalam pemberitaan The Laotian Times, Okezone mengutip dari Soha.vn.

Wakil Presiden LFF, Khampheng Vongkhanty, juga sangat meyayangkan kejadian ini. Ia menilai ini telah merusak citra sepakbola Laos.

Timnas Laos

“Tindakan 45 pemain yang dilarang bermain seumur hidup oleh FIFA, telah merusak citra sepakbola Laos serta masa depan mereka sendiri. Karena itu, sangat penting untuk menghapus mereka dari sepakbola,” kata Khampheng Vongkhanty.

Match fixing memang masih kencang di kawasan Asia Tenggara. Sekarang tentu harapannya hal-hal seperti ini tak lagi terjadi di sepakbola, demi adanya integritas dari cabang olahraga yang paling digemari masyarakat dunia tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini